Menu

Mode Gelap

Daerah · 3 Oct 2023 18:10 WITA

Udara di Kaltara Diselimuti Kabut Asap Kiriman, BMKG: Pakai Masker Ketika di Luar Rumah


 Udara di Kaltara Diselimuti Kabut Asap Kiriman, BMKG: Pakai Masker Ketika di Luar Rumah Perbesar

TARAKAN, siagasatu.co.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kaltim, Kalteng dan Kalsel berimbas ke beberapa wilayah di Kaltara. Kabut asap menyelimuti Bumi Benuanta dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Stasiun Meteorolgi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menyatakan bahwa kabut asap di wilayah Kaltara sudah terpantau sejak dua hari terakhir akibat kiriman dari Kaltim, Kalteng dan Kalsel.

“Berdasarkan pantauan citra satelit tidak terdeteksi adanya titik api (hotspot) di wilayah Kalimantan Utara. Tetapi, titik hotspot terpantau di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur,” kata Sulam kepada Media.

Saat ini, sambung Sulam, arah angin didominasi dari arah tenggara dan selatan, sehingga pergerakan polusi udara cenderung bergerak ke arah barat laut dan utara. Hal ini berdampak secara langsung terhadap perubahan kondisi kualitas udara di Tanjung Selor dan sekitarnya.

Baca Juga: Satgas Penanggulangan Narkoba Polri Tangkap 1.532 Tersangka dalam 10 Hari Lewat Operasi Escobar II

“Pantauan kita kabut asap terjadi sejak dua hari terakhir,” ungkapnya. Secara umum, sambung Sulam, kondisi udara ambien di Tanjung Selor berada pada kondisi sedang hingga tidak sehat, konsentrasi maksimum yang tercatat adalah 62,9 µg/m³ (mikrogram per meter kubik) pada 02 Oktober.

“Kepada masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan anda dan keluarga dengan selalu memakai masker ketika berada di luar ruangan,” ungkapnya.

Menyoal apakah kabut asap yang terjadi saat ini masih aman untuk penerbangan, Sulam mengatakan, untuk saat ini masih terpantau aman. Namun, jika konsentrasi semakin meningkat maka berdampak terhadap visibility (jarak pandang).

“Sekarang ini terpantau kecenderungan jarak pandang terjauh semakin menurun sejak pukul 14.00 Wita sampai 15.40 Wita dari 4000 meter menjadi 3000 meter,” ujarnya.

Di Kaltara, sambung Sulam, kabut asat sudah merata ke seluruh Kaltara. Sementara untuk visibility di setiap daerah berbeda-beda.

“Untuk visibility masih aman. Tetapi, Potensi sebaran asap masih ada, karena arah angin masih didominasi dari arah Tenggara – Selatan (menuju wilayah Kaltara). Jika konsentrasi semakin meningkat akan berdampak kepada visibility yang mengganggu jarak pandang penerbangan,” pungkasnya.®

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Wabup Hermanus Buka Turnamen Sepak Bola Lumbis, Satukan Semangat Olahraga dan Persaudaraan Perbatasan

21 August 2026 - 06:37 WITA

Wabup Hermanus Buka Turnamen Sepak Bola Lumbis, Satukan Semangat Olahraga dan Persaudaraan Perbatasan

Wagub Ajak Pelajar Kaltara Maknai Kemerdekaan Lewat Kreativitas

21 August 2026 - 06:32 WITA

Wagub Ajak Pelajar Kaltara Maknai Kemerdekaan Lewat Kreativitas

Bupati Malinau Sambut Kunjungan Kapolda Kaltara, Perkuat Sinergitas Polri dan Pemda Malinau

20 August 2026 - 18:17 WITA

Bupati Malinau Sambut Kunjungan Kapolda Kaltara

Pemkab Malinau Matangkan Irau Ke-12, Sekda Ernes Tekankan Harus Jadi Panggung Budaya dan Potensi Lokal Hingga KORMI Turut Dilibatkan

20 August 2026 - 16:18 WITA

Pemkab Malinau Matangkan Irau Ke-12

Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga

20 August 2026 - 14:27 WITA

Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga

Malam Ramah Mesra Nunukan–Nabawan, Pererat Persaudaraan Masyarakat Adat Rumpun Murut

20 August 2026 - 09:48 WITA

Malam Ramah Mesra Nunukan–Nabawan
Trending di Advertorial