NUNUKAN, siagasatu.co.id — Masih dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama masyarakat Kecamatan Lumbis Raya menerima kunjungan saudara serumpun dari Nabawan, Sabah, Malaysia.
Pertemuan tersebut dikemas dalam malam ramah tamah/ramah mesra Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama pejabat daerah Nabawan dan masyarakat adat rumpun Murut dari kedua wilayah, yang berlangsung di Lapangan Bola Aji Kuning, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis Raya, Rabu (19/8/2026) malam.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia yang sejak dahulu memiliki ikatan sejarah, adat, budaya, serta hubungan kekerabatan yang kuat.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos, mengatakan pertemuan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Hubungan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia sesungguhnya telah terjalin sejak dahulu. Hubungan kekeluargaan, kebudayaan dan sosial menjadi modal yang sangat kuat dalam mempererat persaudaraan kedua negara,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan baik tersebut perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan, tidak hanya dalam bidang sosial dan budaya, tetapi juga ekonomi. Kerja sama ekonomi diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat perbatasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Hermanus juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama dalam pengelolaan lintas batas. Keberadaan PLBN Labang di Kabupaten Nunukan diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memperkuat hubungan antara masyarakat Nunukan dan Nabawan, Sabah.
“Kita berharap adanya peningkatan status dan pelayanan pemeriksaan lintas batas, sehingga masyarakat yang melintas dapat memperoleh pelayanan yang semakin baik, tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Selain itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan juga dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas kawasan perbatasan. Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap akses jalan, khususnya jalur Mansalong–Labang–Lumbis Hulu, terus mendapat perhatian dan ditingkatkan.
Konektivitas jalan di wilayah Malaysia juga diharapkan semakin baik sehingga dapat memperlancar aktivitas masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
“Saya meyakini, apabila pemerintah Indonesia dan Malaysia terus membangun komunikasi dan kerja sama yang baik, maka kawasan perbatasan dapat menjadi kawasan yang semakin maju, aman, dan sejahtera,” tutur Hermanus.
Ia mengajak seluruh pihak menjadikan perbatasan bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai jembatan persaudaraan, kerja sama, dan kesejahteraan bagi masyarakat kedua Negara.
Sementara itu, Pejabat Daerah Nabawan, Sabah, Malaysia, Tuan Ts. Marshal Bin Anthony, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Lumbis Raya kepada rombongan dari Nabawan.
Ia mengaku suasana yang dirasakan malam itu seperti kembali ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga sendiri.
“Kami datang sebagai tamu, tetapi sambutan dan keramahan yang diberikan membuat kami merasa seperti sedang bertemu kembali dengan keluarga sendiri,” ungkapnya.
Menurut Marshal, hubungan masyarakat Murut di wilayah Indonesia dan Sabah, Malaysia telah terjalin sejak dahulu dan memiliki akar sejarah, budaya serta leluhur yang sama. Karena itu, pertemuan seperti ini dinilai penting untuk terus menjaga dan mewariskan hubungan tersebut kepada generasi berikutnya.
Ia menyebut masyarakat Murut tersebar di berbagai wilayah, termasuk sekitar 30 ribu orang di wilayah Indonesia dan sekitar 63 ribu orang di Sabah. Secara keseluruhan, masyarakat Murut di berbagai wilayah diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu jiwa.
“Budaya, adat istiadat serta kehidupan masyarakat di sini memiliki banyak kesamaan dengan kehidupan masyarakat Murut di Sabah. Kami sangat menghargai kesempatan untuk dapat bertemu dan bersilaturahmi pada malam hari ini,” katanya.
Marshal berharap silaturahmi antara masyarakat Murut di Nunukan dan Nabawan dapat terus dilaksanakan dan hubungan yang diwariskan para leluhur tidak terputus, tetapi semakin kuat dan diteruskan kepada generasi mendatang.
“Semoga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antara masyarakat Murut terus hidup, semakin erat, dan terus diwariskan kepada generasi yang akan datang. Kita datang sebagai keluarga, kita bertemu sebagai keluarga, dan kita pun berpisah sebagai keluarga,” pungkasnya.
Malam ramah tamah tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan masyarakat perbatasan yang tidak hanya dipersatukan oleh kedekatan wilayah, tetapi juga oleh ikatan budaya, adat, sejarah dan persaudaraan yang telah berlangsung lintas generasi.® (Ak)















