Menu

Mode Gelap

Headline · 22 Aug 2022 15:18 WITA

Telah Minta Maaf, Alumni Pesantren Tetap Minta Jokowi Copot Suharso


 Telah Minta Maaf, Alumni Pesantren Tetap Minta Jokowi Copot Suharso Perbesar

KEDIRI [siagasatu
Co.id] – Pernyataan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa yang menyinggung soal amplop untuk kiai, yang membuat heboh beberapa hari terakhir telah memancing reaksi dari kalangan kiai, santri dan alumni santri.

Dari Kediri, Jawa Timur, puluhan alumni pesantren yang berhimpun dalam Ikatan Alumni Pesantren Kabupaten Kediri, juga memberikan kecaman terhadap pernyataan tersebut.
Mereka meminta Presiden Jokowi untuk mencopot Suharso dari Menteri dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Koordinator Ikatan Alumni Pesantren Kediri Ali Muhtasom, membacakan pernyataan dan tuntutan yang sebelumnya telah mereka rembukkan.

“Pernyataan Suharso itu telah menyakiti kalangan pesantren. Dia mengatakan dalam keadaan sadar, sehingga kami yakin itu bukan kekhilafan,” ujarnya di hadapan wartawan, Sabtu (20/8/2022) malam.

Oleh karena itu, walaupun Suharso telah meminta maaf namun para alumni pesantren itu tetap meminta kepada Presiden Jokowi untuk mencopot Suharso.

“Salah satu tuntutan kami adalah meminta Kepada Presiden Jokowi untuk mengganti Suharso. Karena selama ini hubungan Presiden Jokowi dengan kalangan ulama sangat baik. Gara-gara satu menterinya ini, hubungan yang sudah terjalin bisa menjadi rusak,” lanjut Ali yang merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Kiai Khairul Huda, yang dengan tegas juga meminta Suharso Monoarfa untuk mundur dari Ketua Umum PPP.
Karena menurutnya, sebagai partai islam yang lahir dari kalangan pesantren pernyataannya telah melukai hati pemilihnya sendiri.

“Sangat tidak layak jadi ketum parpol islam. Sepertinya beliau tidak pernah mondok, sehingga tidak tahu mengetahui makna sedekah dan saling berbagi,” katanya setelah pembacaan tuntutan para alumni pesantren itu.

Pengasuh dan pengajar di pondok pesantren itu, meminta kepada para elit partai PPP untuk ikut mendesak Suharso mundur.

“Jika dia tidak mundur, akan memberi dampak buruk pada PPP. Bisa-bisa PPP tidak ada lagi yang memilih pada Pemilu 2024,” pungkasnya.®

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

28 July 2026 - 20:15 WITA

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

Wabup Jakaria: Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau

27 July 2026 - 20:49 WITA

Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau

Pemkab Malinau Hadiri Pelantikan Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Malinau 2026

18 May 2026 - 07:08 WITA

Pemkab Malinau Hadiri Pelantikan Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Malinau 2026

Peluang PPPK 2026: Alih Status Dari Paruh Waktu ke Status Tetap, Begini Mekanismenya

2 April 2026 - 15:23 WITA

Peluang PPPK 2026

Dukung Efisiensi Presiden, BKN Fokuskan Akselerasi Digitalisasi Manajemen ASN

2 April 2026 - 12:04 WITA

Dukung Efisiensi Presiden, BKN Fokuskan Akselerasi Digitalisasi Manajemen ASN

Titik Panas Mulai Muncul di Kaltim dan Kaltara, 8 Hektar Lahan Terbakar

2 April 2026 - 11:53 WITA

Titik Panas Mulai Muncul di Kaltim dan Kaltara
Trending di Daerah