Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Mar 2025 15:19 WITA

Sidak Pasar, Wabup Pantau Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok


 Sidak Pasar, Wabup Pantau Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Perbesar

MALINAU, siagasatu.co.id –Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan toko sembako pada Jumat (7/3/2025). Sidak ini bertujuan untuk memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan suci Ramadhan dan jelang Lebaran.

Jakaria menjelaskan bahwa berdasarkan hasil sidak, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.

“Kami menemukan di lapangan bahwa harga gula dan bawang merah mengalami kenaikan, tetapi masih dalam batas wajar, sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000. Namun, yang mengalami kenaikan signifikan adalah cabai rawit. Harga cabai rawit yang biasanya berkisar Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp150.000 per kilogram. Selain itu, pasokan cabai rawit juga terbatas,” ujarnya.

Baca Juga: Mayleny Wempi Resmi Dilantik Sebagai Ketua TP-PKK, Pembina Posyandu, Dekranasda, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi Kabupaten Malinau

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti telur, kacang tanah, dan kol masih dijual dengan harga stabil. Jakaria juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pedagang, pasokan barang dari luar diperkirakan akan kembali masuk pada minggu kedua Ramadhan, yang diharapkan dapat menstabilkan harga di pasaran.

“Kami akan terus memantau harga di lapangan selama bulan puasa dan akan melanjutkan sidak setiap minggu. Selanjutnya, sidak berikutnya direncanakan pada hari Selasa depan. Evaluasi mingguan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang dan kestabilan harga menjelang Lebaran,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen untuk menjaga inflasi dan memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok selama Ramadhan dan Lebaran. Jakaria juga menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya mencegah praktik spekulasi harga oleh pedagang.

“Stabilitas harga sangat penting agar masyarakat tidak terbebani. Kami memahami bahwa beberapa barang, seperti gula dan ikan, dipasok dari luar daerah, sehingga harga jualnya dipengaruhi oleh biaya transportasi. Sebagai contoh, ikan yang berasal dari Nunukan dan dikirim melalui Sungai Ular mengalami kenaikan harga karena biaya mobilisasi yang cukup tinggi, berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Hal ini akan kami bahas lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.® (Hs)

 

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Wabup Hermanus Buka Turnamen Sepak Bola Lumbis, Satukan Semangat Olahraga dan Persaudaraan Perbatasan

21 August 2026 - 06:37 WITA

Wabup Hermanus Buka Turnamen Sepak Bola Lumbis, Satukan Semangat Olahraga dan Persaudaraan Perbatasan

Wagub Ajak Pelajar Kaltara Maknai Kemerdekaan Lewat Kreativitas

21 August 2026 - 06:32 WITA

Wagub Ajak Pelajar Kaltara Maknai Kemerdekaan Lewat Kreativitas

Bupati Malinau Sambut Kunjungan Kapolda Kaltara, Perkuat Sinergitas Polri dan Pemda Malinau

20 August 2026 - 18:17 WITA

Bupati Malinau Sambut Kunjungan Kapolda Kaltara

Pemkab Malinau Matangkan Irau Ke-12, Sekda Ernes Tekankan Harus Jadi Panggung Budaya dan Potensi Lokal Hingga KORMI Turut Dilibatkan

20 August 2026 - 16:18 WITA

Pemkab Malinau Matangkan Irau Ke-12

Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga

20 August 2026 - 14:27 WITA

Malam di Tepian Kayan, Gubernur Ikut Gowes Bareng Ratusan Warga

Malam Ramah Mesra Nunukan–Nabawan, Pererat Persaudaraan Masyarakat Adat Rumpun Murut

20 August 2026 - 09:48 WITA

Malam Ramah Mesra Nunukan–Nabawan
Trending di Advertorial