Menu

Mode Gelap

Advertorial · 24 May 2022 12:44 WITA

Dorong Izin Import Bagi Pelaku Usaha


 Dorong Izin Import Bagi Pelaku Usaha Perbesar

TANJUNG SELOR [siagasatu.co.id] – Kepemilikan izin importir menjadi perhatian pemerintah saat ini. Sebab, masih banyak pelaku usaha pengiriman barang dari negara tetangga yang tidak memiliki izin.
Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum meminta agar Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara agar berupaya mendorong kepemilikan izin bagi pelaku usaha. Utamanya soal izin usaha, serta izin edar.

“Saya minta agar Disperindagkop dapat melakukan pengawasan. Kita ingin kewajiban mereka soal izin dan penjualan barang dapat terpenuhi. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat fungsi pembinaan dan pendampingan,” kata gubernur.

Gubernur mengungkapkan, pengurusan ijin impor di dalam negeri tidaklah sulit. Bisa dilakukan via online. Khusus soal izin import, Ia mengungkapkan persoalan yang muncul lebih karena izin dari produsen asal Malaysia. Mereka memiliki kriteria yang harus dipenuhi.

“Susahnya itu dari tempat pelaku usaha di Malaysia. Mereka ada ketentuan importnya. Itu yang agak susah dipenuhi pelaku usaha di sini,” jelasnya.

Selain itu, gubernur juga meminta agar Disperindagkop-UKM juga melakukan pembinaan kepada pelaku usaha. Khususnya mengenai kepemilikan izin usaha dan izin edar barang kategori import. Mengingat mayoritas barang yang dikategorikan ilegal ini berasal dari Malaysia tanpa skema resmi perdagangan luar negeri.

Ia mengaku, jika pengawasan yang berulang setiap tahun tidak membuat para pedagang jera. Dimana masih selalu ditemui adanya penjualan. Baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

“Kalau dari kita sifatnya unit pelaksana teknis, hanya melaksanakan amanah dari Undang-undang. Memang ke depan perlu ada kajian lebih lanjut. Antara pemerintah daerah dan pusat perlu duduk bersama menangani pangan ini,” ujarnya.

Kuantitas produk Malaysia yang beredar ilegal sangat marak di Kaltara. Tidak kunjung tercapainya kedisiplinan di lapangan disebut karena terhambat banyak tantangan. Seperti salah satunya jumlah petugas di wilayah perbatasan yang masih kurang.

Di samping itu, sarana transportasi logistik yang membawa produk dalam negeri belum bisa menjangkau seluruh wilayah Kaltara. Hal ini secara otomatis membuka peluang ekonomi masuknya produk asal Malaysia.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, menunjukkan import non migas Provinsi Kalimantan Utara pada Maret 2022 mencapai US$ 7,57 juta. Jika dibandingkan dengan Februari 2022, impor non migas pada bulan Maret 2022 mengalami penurunan sebesar 43,87 persen.

Secara kumulatif nilai import non migas Januari-Maret 2022 tercatat sebesar US$ 32,57 juta, mengalami peningkatan sebesar 60,23 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021.® (dkisp)

Artikel ini telah dibaca 131 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Gubernur Buka Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

30 May 2024 - 11:22 WITA

Gubernur Buka Rakerda Program Bangga Kencana

Minat Baca Buku Menurun, Bupati Malinau Dorong Kolaborasi Guru dan Orang Tua

30 May 2024 - 11:11 WITA

Minat Baca Buku Menurun

SID Dorong Pemanfaatan Desa yang Transparan

30 May 2024 - 10:41 WITA

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Dr H Suriansyah

Pj Wali Kota Tarakan Hadiri Pembukaan Forum ITS Asia Pasifik ke-19

30 May 2024 - 10:21 WITA

Pj Wali Kota Tarakan Hadiri Pembukaan

Gubernur Rencanakan Peningkatan Kualitas Gedung Baru

30 May 2024 - 07:41 WITA

Gubernur Rencanakan Peningkatan Kualitas Gedung Baru

Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Bupati Wempi Serahkan Motor Perpustakaan Keliling

29 May 2024 - 09:38 WITA

Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Bupati Wempi Serahkan Motor Perpustakaan Keliling
Trending di Advertorial