NUNUKAN, siagasatu.co.id — Semangat nasionalisme dan cinta tanah air bergema di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melalui kegiatan Kirab Kebangsaan dan Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter yang dirangkai dengan Peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA). Kamis, 6/8/26.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Camat Sebatik, Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala madrasah, para guru, pimpinan pondok pesantren, ustaz dan ustazah, serta para santri.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum pembentangan bendera sepanjang 81 meter memiliki makna penting menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pulau Sebatik, kata Gubernur, merupakan beranda depan NKRI yang menjadi salah satu tempat penting dalam menunjukkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia.
“Perbatasan bukanlah garis pemisah, melainkan beranda depan Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter bukan sekadar simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kecintaan kepada Tanah Air.
“Hari ini kita tidak hanya membentangkan kain Merah Putih sepanjang 81 meter. Kita membentangkan semangat, kita membentangkan persatuan, kita membentangkan cinta kepada Indonesia,” ujar Bupati.
Bupati juga menilai peluncuran GERNAS RANA merupakan langkah positif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi anak. Gerakan ini diharapkan mampu mencegah berbagai bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, serta penyalahgunaan teknologi digital yang dapat berdampak terhadap tumbuh kembang generasi muda.
Kegiatan di Pulau Sebatik tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, membangun karakter generasi muda, serta menanamkan nilai toleransi dan kecintaan terhadap bangsa, khususnya di wilayah perbatasan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA) serta pelepasan balon sebagai simbol dimulainya gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di Kalimantan Utara.® (AK)















