NUNUKAN, siagasatu.co.id — Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., secara resmi membuka Turnamen Bupati Cup 2026 cabang olahraga bola voli yang diikuti sejumlah tim dari desa-desa di Kecamatan Sei Manggaris, Wilayah IV, dan sekitarnya. Pembukaan berlangsung di Lapangan Voli Seikitang, Desa Srinanti, Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Bea Cukai Hibahkan Barang Tangkapan Senilai Rp290,95 Juta kepada Pemkab Nunukan
Pembukaan turnamen ditandai dengan pemotongan pita dan servis pertama oleh Wakil Bupati Hermanus. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Nunukan H. Sura’i, Camat Sei Manggaris, Kepala Desa Srinanti, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Turnamen yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 16 November 2026 ini diikuti enam tim putri dan delapan tim putra. Ratusan warga Desa Srinanti dan sekitarnya tampak antusias memadati lapangan untuk menyaksikan pertandingan pembuka.
Dalam sambutannya, Hermanus mengatakan bahwa olahraga merupakan salah satu sarana positif untuk menyalurkan energi, minat, dan bakat generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda membutuhkan ruang, fasilitas, serta dukungan dari berbagai pihak agar potensi dan semangat mereka dapat diarahkan pada kegiatan yang bermanfaat.
“Maka dari itu, saya menyambut baik dan mendukung penuh turnamen olahraga semacam ini. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan sarana untuk membangkitkan prestasi olahraga di Kabupaten Nunukan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan turnamen olahraga juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan penonton dapat menggerakkan aktivitas usaha warga, mulai dari penjual kuliner, jajanan, pemilik toko, hingga penyedia penginapan.
Lebih dari sekadar mencari tim terbaik, Hermanus menilai turnamen tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan.
Ia mengingatkan agar pertandingan tidak menjadi pemicu perselisihan antartim maupun pendukung. Menurutnya, stigma yang selama ini melekat bahwa pertandingan olahraga di wilayah IV kerap diwarnai keributan harus diakhiri.
“Saya tidak ingin turnamen ini justru menjadi ajang untuk bertengkar dan berpecah belah satu sama lain. Stigma lama yang menyebutkan bahwa setiap kali ada turnamen atau pertandingan olahraga, baik sepak bola maupun bola voli di wilayah IV selalu terjadi keributan, sudah saatnya kita akhiri,” tegas Hermanus.
Ia berharap seluruh tim dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan menghadirkan pertandingan yang menarik, bukan keributan maupun perkelahian.
“Mari kita buktikan bahwa masyarakat kita juga bisa bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan kedamaian,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Hermanus berpesan kepada seluruh penonton dan masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban serta keamanan selama turnamen berlangsung.
“Menang dan kalah itu hal yang biasa. Yang paling penting, siapa pun pemenangnya dan siapa pun juaranya, kita semua tetap bersaudara,” pungkasnya.® (Ak)















