NUNUKAN, siagasatu.co.id — Dinginnya udara pada malam Minggu, 15 Agustus 2026, tak menyurutkan langkah Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E., untuk hadir menyaksikan laga Final Futsal Putra dan Putri antar lokasi Kecamatan Krayan.
Baca Juga: Disambut Hangat Warga Krayan, Bupati Nunukan Siap Ikuti Upacara HUT RI ke-81
Di tengah udara malam yang dingin menggigit, lapangan justru dipenuhi bara semangat. Para tim tampil penuh antusias, beradu strategi, tenaga, dan ketangguhan demi meraih kemenangan. Sorak dukungan dari para penonton pun menghidupkan suasana, menjadikan malam itu bukan sekadar pertandingan, melainkan sebuah perayaan kebersamaan masyarakat Krayan.
Kehadiran Bupati Nunukan semakin memberikan warna tersendiri. Didampingi Kapolres Nunukan beserta jajaran unsur Forkopimcam, Bupati menyaksikan langsung jalannya pertandingan hingga laga berakhir. Kehadiran para pemimpin daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap geliat olahraga sekaligus semangat persaudaraan di tengah masyarakat.
Usai pertandingan, Bupati Nunukan menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang. Ia juga memberikan semangat kepada tim yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. “Dalam olahraga, kemenangan bukanlah akhir dan kekalahan bukanlah kegagalan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga persahabatan dan terus berusaha menjadi lebih baik,” ujar Bupati.
Pesan tersebut menjadi penutup yang hangat di tengah dinginnya malam. Sebab, pada akhirnya, olahraga bukan semata tentang siapa yang mengangkat trofi, melainkan tentang keberanian untuk bertanding, keteguhan menerima hasil, serta persahabatan yang tetap terjaga setelah peluit panjang berbunyi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah dan trofi kepada para pemenang yang dilakukan langsung oleh Bupati Nunukan. Senyum kemenangan dan semangat kebersamaan pun menjadi warna terakhir yang menghiasi malam final futsal tersebut.
Malam itu, Krayan membuktikan bahwa dinginnya udara tak mampu membekukan semangat. Di lapangan, keringat dan perjuangan menyatu menjadi cerita; sementara di luar garis permainan, persaudaraan tumbuh menjadi kemenangan yang sesungguhnya.® (AK)















