Menu

Mode Gelap

Advertorial · 24 Oct 2025 17:05 WITA

504 Kilometer Harga Diri Bangsa: Suara Perbatasan dari Malinau


 504 Kilometer Harga Diri Bangsa: Suara Perbatasan dari Malinau Perbesar

MALINAU, siagasatu.co.id — Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar Seminar Nasional bertema “Perbatasan Kuat, Indonesia Bermartabat” dengan subtema “504: Malinau Beranda Merah Putih”.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Deputi I BNPP Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, Deputi I Kantor Staf Presiden RI, Bupati Malinau, serta Kepala BNPP Provinsi Kalimantan Utara. Guru Besar Universitas Mulawarman (UNMUL) menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan berlangsung di Ruang Tebengang, Jumat (24/10/2025) dan disiarkan secara langsung melalui YouTube Diskominfo Malinau.

Baca Juga: Lima Pemuka Agama Satu Panggung, Beda Iman Satu Senyuman: Harmoni di Panggung IRAU Malinau

Ditemui usai acara, Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., menegaskan pentingnya menjaga kehormatan bangsa melalui penguatan wilayah perbatasan, khususnya di kawasan sepanjang 504 kilometer yang berada di Kabupaten Malinau, termasuk wilayah Apau Kayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Menurutnya, persoalan di perbatasan tidak hanya menyangkut infrastruktur, tapi juga menyentuh martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Potensi di perbatasan harus dijaga. Yang dijaga bukan hanya wilayahnya, tetapi juga manusianya, kehormatan, pendidikan, SDM, kesehatan, hingga ekonominya,” tegas Bupati.

Wempi menjelaskan, pembangunan di wilayah perbatasan kerap terkendala regulasi dan perizinan kehutanan, karena sebagian besar wilayah Malinau berada dalam kawasan hutan. Kondisi itu membuat percepatan pembangunan membutuhkan koordinasi panjang lintas kabupaten, provinsi hingga kementerian.

Sebagai solusi, Bupati mendorong lahirnya kebijakan strategis nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat perbatasan.

Salah satu opsi yang terus diperjuangkan adalah pemekaran wilayah Apau Kayan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB), mengingat urgensi aspek pertahanan, keamanan, dan kesenjangan pembangunan dari ibukota kabupaten.

“Jika kepentingannya menyangkut kehormatan bangsa, kebijakan strategis bisa diputuskan langsung oleh Presiden. Kami sudah menyampaikan aspirasi ini dan berharap dapat menjadi keputusan politik nyata bagi masa depan perbatasan,” ujarnya.

Seminar nasional ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-26 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya Irau ke-11 Tahun 2025.® (HS)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Gubernur Dorong Koperasi Sawit Rakyat Lebih Profesional dan Berdaya Saing

29 July 2026 - 12:12 WITA

Gubernur Dorong Koperasi Sawit Rakyat Lebih Profesional dan Berdaya Saing

Pemprov Dorong Sinergi Jaga Kuota BBM Subsidi untuk Wilayah Perbatasan

29 July 2026 - 09:47 WITA

Pemprov Dorong Sinergi Jaga Kuota BBM Subsidi untuk Wilayah Perbatasan

Cegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan, Ini Pesan Rahmawati Zainal

29 July 2026 - 09:38 WITA

Cegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan, Ini Pesan Rahmawati Zainal

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

28 July 2026 - 20:15 WITA

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

Pemkab Malinau Dukung Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Perkuat Pendidikan Karakter

28 July 2026 - 11:57 WITA

Pemkab Malinau Dukung Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Perkuat Pendidikan Karakter

Wabup Jakaria: Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau

27 July 2026 - 20:49 WITA

Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau
Trending di Advertorial