Menu

Mode Gelap

Daerah · 28 Aug 2022 15:06 WITA

Sinyal Pindah ke Lain Hati


 Harianto Rivai, Pemimpin Umum siagasatu.co.id Perbesar

Harianto Rivai, Pemimpin Umum siagasatu.co.id

Oleh : Hariyanto Rivai, Pemimpin Umum siagasatu.co.id

KONSTELASI politik di Jakarta menjelang Pemilu Serentak 2024 diprediksikan akan merembet dan berdampak secara nasional. Pasca munculnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang mempertemukan Partai Golkar, PAN dan PPP, dapat dipastikan jalinan koalisi Indonesia Maju akan berubah. Bahkan PDIP telah memberikan sinyal ogah berkaolisi dengan Partai Demokrat maupun PKS, sehingga ‘titah’ DPP PDIP pasti akan diikuti oleh para kader partai banteng moncong putih tersebut di seluruh daerah.

Salah satu jalinan koalisi yang akan ambyar oleh ‘titah’ itu adalah jalinan koalisi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara antara Zainal Arifin Paliwang – Yansen Tipa Padan (Ziyap).

Sebelumnya, dalam Pilkada 2020 lalu pasangan ini diusung oleh empat partai yakni PDIP, Partai Demokrat, PPP dan Partai Gerindra serta dua partai pendukung non parlemen yakni PKPI dan Gelora.

Pasangan dengan nomor urut 3 itu memperoleh suara sebanyak 145.778 dan berhak menduduki kursi pemenang dalam Pilkada Kaltara 2020.
Namun jalinan koalisi itu sepertinya akan segera berakhir seiring dengan dinamika politik nasional serta politik domestik.

Baliho Dr Yansen TP, M.Si bersama isterinya di salah satu sudut kota Malinau. ///Foto : Harianto Rivai – siagasatu.co.id

Meski hubungan secara pribadi diantara pasangan itu baik-baik saja tetapi dinamika politik sepertinya akan memisahkan keduanya.

Sinyal-sinyal perpisahan itu juga mulai terlihat seperti misalnya pemasangan baliho ucapan HUT RI ke 77 yang dilakukan oleh Yansen Tipa Padan beserta isterinya yang tersebar di seluruh pelosok Kota Malinau. Eloknya, ucapan HUT RI dilakukan oleh pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara sebagai wujud ‘dwi tunggal’ apalagi tertera logo Pemprov Kaltara dan G20. Tetapi ini justru sebaliknya, mereka terkesan kurang akur dan jalan sendiri-sendiri, sepertinya sinyal pasangan ini akan pisah ranjang di 2024 mendatang.

Sebagai kader Partai Demokrat diyakini Yansen akan jalan sendiri dan menjalin hubungan koalisi dengan partai lain dan memisahkan diri dengan Zainal Arifin Paliwang. Yansen harus segera membuat biduk baru untuk bertarung dalam Pilkada yang akan datang.

Sejumlah nama telah digadang-gadang akan menjadi pasangan baru Yansen untuk bertarung dalam Pilkada yang akan datang untuk memperebutkan sekitar 430.000 suara yang tersebar di empat kabupaten serta satu kota.

Keinginan itu tentu didasari oleh pertimbangan obyektif jika visi untuk menjadikan “Kaltara Rumah Kita” terbukti kurang maksimal. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan oleh Pemprov Kaltara untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Padahal Kaltara memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, seperti sektor pertambangan dan agro industri melalui pemberdayaan budi daya rumput laut yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.®

Artikel ini telah dibaca 620 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Hadiri HUT Desa Pulau Sapi ke-66, Bupati Wempi Mengajak Masyarakat Jaga dan Pelihara Budaya

22 June 2024 - 10:34 WITA

Hadiri HUT Desa Pulau Sapi ke-66

Wabup Jakaria Saksikan Paparan Progres PLTA Mentarang Induk

22 June 2024 - 10:11 WITA

Wabup Jakaria Saksikan Paparan Progres PLTA Mentarang Induk

Pj Wali Kota Tarakan Serahkan Bonus Juara MTQ ke-10 Provinsi Kaltara

21 June 2024 - 08:23 WITA

Pj Wali Kota Tarakan Serahkan Bonus Juara MTQ ke-10 Provinsi Kaltara

Kolaborasi KPw BI dan Pemprov Kaltara dalam Pengendalian Inflasi

20 June 2024 - 19:27 WITA

Kolaborasi KPw BI dan Pemprov Kaltara dalam Pengendalian Inflasi

Sekprov Hadiri Peluncuran Kolaborasi Regsosek

20 June 2024 - 18:41 WITA

Sekprov Hadiri Peluncuran Kolaborasi Regsosek

Pemprov Kaltara Pelaksanaan SOA Tetap Berjalan

20 June 2024 - 18:29 WITA

Pemprov Kaltara Pelaksanaan SOA Tetap Berjalan
Trending di Advertorial