Menu

Mode Gelap

Advertorial · 9 Jul 2024 13:46 WITA

Pemprov Optimis Kaltara Bisa Capai Target Nasional


 Pemprov Kaltara memberikan perhatian serius terhadap penanganan stunting di Kaltara. Perbesar

Pemprov Kaltara memberikan perhatian serius terhadap penanganan stunting di Kaltara.

TANJUNG SELOR, siagasatu.co.id — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) optimis Kaltara dapat sentuh target Nasional penurunan stunting sebanyak 14 persen.

Diketahui selama beberapa tahun terakhir kasus stunting di Provinsi Kaltara terus mengalami penurunan. Dimana pada tahun 2023 prevalensi stunting pada tahun 2023 masih diangka 22,1 persen, kemudian dari hasil SKI tahun 2024 prevalensi stunting di Kaltara ada diangka 17,4 persen.

Baca Juga: Gubernur Hadiri Kegiatan Penyerahan LHP LKPP dan IHPS II Tahun 2023 oleh BPK RI kepada Presiden

Oleh karena itu, Plt. Kepala Bapedda Litbang Kaltara, Bertius pun mengaku optimis kalau pada tahun 2025 mendatang Kaltara bisa menyentuh target Nasional dalam penurunan kasus stunting.

“Tidak hanya angka 14 persen tapi kita optimis bisa di bawah dari angka itu, karena kita melihat kasus stunting di Kaltara ini semakin menurun drastis berkat program pencegahan berkala yang dilakukan setiap daerah,” kata Bertius pada Senin (8/7).

Bappeda-Litbang terus mendorong agar setiap Pemda yang ada di Kaltara dapat membuat program pencegahan stunting yang fleksibel agar sesuai dengan pokok permasalahan stunting di daerah masing-masing.

“Yang penting tidak jauh dari program 8 aksi pencegahan stunting yang sudah kita sepakati. Kita yakin setiap Daerah pasti punya strategi yang berbeda dalam menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Bertius menambahkan saat ini yang terpenting ialah mencegah adanya kasus baru stunting dengan program berkelanjutan serta menurunkan angka stunting.

Jika hal itu dapat dilakukan, Bertius menyakini kalau ditahun 2025 nanti kasus stunting di Kaltara bisa turun dari angka 14 persen.

“Saat ini kan angka stunting di Bulungan ada diangka 22,05 persen, kemudian disusul oleh Malinau 20 persen, selanjutnya Nunukan dan KTT berada diangka persen dan terendah ada di Kota Tarakan yakni 14,8 persen,” lanjutnya lagi.

“Makanya kita tidak boleh terpaku pada angka tapi fokus pada program pencegahan dengan memulai dari hulu persoalannya, kemudian dilanjutkan dengan program kesehatan berkala,” tuntasnya.

Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) Kalimantan Utara (Kaltara) tengah fokus melakukan pengendalian stunting.

Menurut Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kaltara masuk dalam peringkat ketiga dalam penanganan penurunan stunting.

Adapun terget penurunan angka Stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Tak hanya itu untuk penanganan Stunting yang dirinya bidangi tentunya terkait dengan sosialisasi dan promosi.® (dkisp)

 

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Gubernur Dorong Koperasi Sawit Rakyat Lebih Profesional dan Berdaya Saing

29 July 2026 - 12:12 WITA

Gubernur Dorong Koperasi Sawit Rakyat Lebih Profesional dan Berdaya Saing

Pemprov Dorong Sinergi Jaga Kuota BBM Subsidi untuk Wilayah Perbatasan

29 July 2026 - 09:47 WITA

Pemprov Dorong Sinergi Jaga Kuota BBM Subsidi untuk Wilayah Perbatasan

Cegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan, Ini Pesan Rahmawati Zainal

29 July 2026 - 09:38 WITA

Cegah Stunting Dimulai Sejak Kehamilan, Ini Pesan Rahmawati Zainal

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

28 July 2026 - 20:15 WITA

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

Pemkab Malinau Dukung Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Perkuat Pendidikan Karakter

28 July 2026 - 11:57 WITA

Pemkab Malinau Dukung Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Untuk Perkuat Pendidikan Karakter

Wabup Jakaria: Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau

27 July 2026 - 20:49 WITA

Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau
Trending di Advertorial