Menu

Mode Gelap

Daerah · 12 May 2023 15:46 WITA

Pasien DBD di Sebatik Meninggal Dunia, Dinkes Nunukan Gencar Pengawasan Intensif Penularan


 Pasien DBD di Sebatik Meninggal Dunia, Dinkes Nunukan Gencar Pengawasan Intensif Penularan Perbesar

NUNUKAN, siagasatu.co.id — Pasien DBD di Sebatik Meninggal Dunia, Unit Pelayanan Kesehatan (Dinkes) Nunukan melakukan pengawasan intensif terhadap penularan demam berdarah dengue yang belakangan kembali muncul dan menyebabkan kematian di Sebatik.

“Ada seorang anak dari Kecamatan Sebatik yang diduga meninggal karena demam berdarah,” kata Sabaruddin, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Nunukan kepada media, Kamis (5/11/2023).

Kasus DBD di Pulau Sebatik bertambah dengan 4 orang tertular dan 1 orang meninggal dunia. Lokasi jalur transmisi berada di Aji Kuning di pusat Kecamatan Sebatik.

Untuk memprediksi penularan, penyemprotan aerosol dilakukan di daerah yang berpotensi tertular dan mengharuskan masyarakat untuk segera melapor jika keluarganya mengalami gejala demam tinggi yang mirip dengan orang yang tertular penyakit DBD.

“Penanganan penyakit ini harus cepat, makanya kami sarankan jika melihat gejala DBD harus segera berobat ke fasilitas kesehatan dan rumah sakit,” ujarnya.

Sabaruddin mengatakan pada Januari ada 20 kasus DBD, Februari 20 kasus, dan Maret 18 kasus, sedangkan April tercatat 20 kasus.
Sebagian besar kasus DBD terdeteksi di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan, meskipun kedua kecamatan ini terletak di pusat kabupaten dan harus dipantau lebih dekat untuk penularan penyakit.

“Daerah Perkotaan belum tentu bebas DBD, sehingga penting untuk waspada menjaga kebersihan lingkungan hidup,” ujarnya.

Mencegah perkembangbiakan nyamuk DBD masih menggunakan program lama 3M plus yaitu menyedot, menutup dan menggunakan kembali limbah bernilai ekonomis (daur ulang) yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Epidemi DBD biasanya mulai meningkat pada pertengahan musim hujan. Hal ini disebabkan semakin banyaknya tempat perkembangbiakan nyamuk akibat curah hujan yang meningkat. Tidak heran jika hampir setiap tahun DBD digolongkan sebagai kejadian luar biasa.

“Untuk kolam yang sulit berasap bisa disemprot larvasida atau pakai obat nyamuk dan pakai kelambu,” ujarnya.

Menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur ventilasi dan pencahayaan dalam ruangan, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian yang bisa menjadi tempat berteduh nyamuk adalah beberapa cara pencegahan DBD.

Ia menjelaskan: “Biasanya pada musim kemarau, orang banyak pergi untuk mengambil air, terkadang lupa menutup tempat berlindung dari gigitan nyamuk.®

 

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Kaltara Raih Predikat Provinsi Teraman Kedua, Gubernur Ajak Jaga Kebersamaan

2 July 2026 - 16:04 WITA

Kaltara Raih Predikat Provinsi Teraman Kedua, Gubernur Ajak Jaga Kebersamaan

Sekda Monitoring Arena 2 MTQ Kaltara, Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

1 July 2026 - 18:15 WITA

Sekda Monitoring Arena 2 MTQ Kaltara, Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Sekprov Pacu Perangkat Daerah Rebut Peluang DAK 2027 untuk Percepat Pembangunan Kaltara

1 July 2026 - 15:43 WITA

Sekprov Pacu Perangkat Daerah Rebut Peluang DAK 2027 untuk Percepat Pembangunan Kaltara

Wagub Perkuat Sinergi Kaltara-Kaltim untuk Akselerasi Konektivitas Perbatasan

1 July 2026 - 13:51 WITA

Wagub Perkuat Sinergi Kaltara-Kaltim untuk Akselerasi Konektivitas Perbatasan

Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Wempi Apresiasi Peran Polri Jaga Stabilitas Malinau

1 July 2026 - 12:23 WITA

Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Wempi Apresiasi Peran Polri Jaga Stabilitas Malinau

Bupati Nunukan dan Ketua TP PKK Tinjau Gelar Produk UMKM/UP2K PKK, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

1 July 2026 - 12:01 WITA

Bupati Nunukan dan Ketua TP PKK Tinjau Gelar Produk UMKM/UP2K PKK, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
Trending di Advertorial