Menu

Mode Gelap

Advertorial · 18 May 2022 18:27 WITA

Marah, Bupati Nunukan Gelar Apel Korpri ‘Istimewa’ Diduga Terkait Kasus Pasien Hemodialisa di RSUD


 Hj Asmin Laura, SE, MM, Ph.D, Bupati Nunukan saat pimpin Apel Korpri. (Ilham/Prokompim) Perbesar

Hj Asmin Laura, SE, MM, Ph.D, Bupati Nunukan saat pimpin Apel Korpri. (Ilham/Prokompim)

NUNUKAN [siagasatu.co.id] – Apel Korpri yang diselenggarakan di Kantor Bupati Nunukan pada tanggal 17 Mei 2022, agak berbeda dengan rutinitas penyelenggaraan setiap bulan yang pernah dilakukan selama ini.

Jika sebelumnya hanya dilibati oleh ASN yang berkantor di lingkungan Kantor Bupati Nunukan, namun kali ini juga dihadiri pimpinan seluruh OPD, pejabat Asisten dan Staf Ahli khusus Bupati Nunukan, pejabat Kepala Bagian, Camat Nunukan dan Nunukan Selatan serta seluruh ASN Eselon III di OPD yang ada di Pulau Nunukan.

Bahkan pada kegiatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Nunukan tersebut ‘mewajibkan’ diikuti dokter dan pejabat eselon III di RSUD dan Puskesmas yang ada Kecamatan Nunukan, Kecamatan Nunukan Selatan serta Puskesmas di kecamatan se-Pulau Sebatik.

Selaku inspektur upacara, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura, SE, MM, Ph.D, dalam sambutannya tegas mengingatkan tentang introspeksi diri dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di daerah ini.

Sebagai ASN, menurut bupati, sudah seharusnya bekerja sesuai dengan aturan dengan mengesampingkan ego sektoral.

“Laksanakan tugas dan fungsi sebagai ASN dengan penuh tanggungjawab, sudahi ego sektoral. Harus disadari, jika pekerjaannya tidak selesai maka bukan hanya diri sendiri tapi pimpinan juga ikut malu,” kata Laura.

Kinerja para ASN, lanjut Bupati, akan dinilai oleh masyarakat. Karenanya tidak sedikit laporan yang dia terima terkait hal itu. Baik atau buruk kinerja ASN di daerah ini selalu tersampaikan kepadanya selaku pimpinan daerah.

Jika ingin mengikuti maunya, Bupati Nunukan ini mengaku mungkin setiap hari akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor-kantor pemerintahan yang ada guna melihat dan menilai kinerja ASN.

Namun hal tersebut tidak dilakukan karena Dia tidak ingin melihat para pegawai merasa tertekan dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Namun sebaliknya, diharapkan ASN di Nunukan harus tetap sigap. Apapun cara dan strategi yang bisa dilakukan, harus dilaksanakan agar pekerjaan beres terselesaikan.

Bupati Nunukan ini menggaris bawahi tentang ego sektoral sebagai catatan penting dan harus dipahami oleh para ASN. Karena menurutnya, sejak pertama menjabat sebagai bupati, hingga saat ini hal tersebut masih kerap menjadi masalah.

“Saya tidak tahu kenapa? Apa karena tidak suka atau ada apa. Saya ingin ada introspeksi diri dan dilakukan perubahan kearah lebih positif,” kata Laura.

Terkait soal mutasi pejabat, Laura meminta agar seluruh ASN harus memahami dengan segala aturan yang berlaku. Aturan-aturan itu, kata bupati harus dibaca. Jangan hanya dengar-dengar. Karena akan membuat tidak paham sepenuhnya.

“Jika tidak bisa membaca, menghafal atau menguasai aturan yang berlaku, Saya minta kerjanya yang lurus-lurus saja,” kata bupati lagi

Selain itu, menurut Laura persoalan mutasi, diminta para pejabat di lingkungan Pemda Nunukan harus paham dengan segala ketentuan yang mengatur terkait dengan kebijakan mutasi.

Diingatkan, seorang ASN jangan terlalu saklek mengenai mutasi. Seorang ASN selayaknya bersedia ditempatkan di mana saja. Jika ada yang keberatan, sebaiknya didiskusikan atau dikomunikasikan.

“Tapi ini ada beberapa diantaranya, setelah dimutasi, malah panggil media. Bicara begini begitu. Harus tahu, ada beberapa media yang bahasanya provokatif. Malah akan membuat gaduh suasana. Itu akan mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pimpinan,” beber Laura.

Pejabat nomor satu di Nunukan ini juga menegaskan, dengan latar belakang politiknya, bagi dia ribut-ribut di media massa merupakan hal biasa. Setiap ada masalah, pasti ada solusinya.

“Tapi jika ternyata tidak ada solusinya, berarti kalian (ASN) yang bermasalah,” tegas Laura.

Momen tidak biasa pada Apel Korpri yang berlangsung Selasa 17 Mei 2022 di halaman Kantor Bupati Nunukan kali ini diduga kuat terkait erat dengan keprihatinan bupati pada kasus pasien hemodialisa (HD) yang tidak mendapat pelayanan semestinya di RSUD Nunukan.

Lantaran oknum tenaga dokter terkait yang dibutuhkan penangananya tidak berada di tempat sehingga pasien alami tidak sadarkan diri dan terpaksa segera diberangkatkan oleh pihak keluarganya ke Rumah Sakit di Tarakan.® (INNA/DIKSIPRO)

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Rayakan Idul Fitri 1445 H, Bupati Silaturahmi Ke Rumah Pejabat Muslim

12 April 2024 - 09:50 WITA

Rayakan Idul Fitri 1445 H, Bupati Silaturahmi Ke Rumah Pejabat Muslim

Tatap Dua Periode, Aliansi Pemuda se-Kaltara Berharap Demokrat Usung Zaina l– Yansen

11 April 2024 - 20:22 WITA

Tatap Dua Periode, Aliansi Pemuda se-Kaltara Berharap Demokrat Usung Zainal – Yansen

Gerakan Pro WM Ajak Bung Wempi Kembali Maju di Pilkada Malinau

11 April 2024 - 19:59 WITA

Gerakan Pro WM Ajak Bung Wempi Kembali Maju di Pilkada Malinau

1.011 narapidana Lapas Kelas IIA Tarakan terima Remisi Khusus Idul Fitri 1445 H

11 April 2024 - 11:32 WITA

1.011 narapidana Lapas Kelas IIA Tarakan terima Remisi Khusus Idul Fitri 1445 H

PJ. Wali Kota Tarakan Gelar Open House Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah

10 April 2024 - 20:12 WITA

PJ. Wali Kota Tarakan Gelar Open House Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah

Bupati Wempi Ajak Tokoh Lintas Agama Bersilaturahmi di Hari Lebaran

10 April 2024 - 20:01 WITA

Bupati Wempi Ajak Tokoh Lintas Agama Bersilaturahmi di Hari Lebaran
Trending di Advertorial