Menu

Mode Gelap

Headline · 20 Aug 2022 21:56 WITA

Klarifikasi Ketua DPP PPP Terkait Video “Amplop Kiai” Suharso Monoarfa


 Klarifikasi Ketua DPP PPP Terkait Video “Amplop Kiai” Suharso Monoarfa Perbesar

JAKARTA [siagasatu.co.id] – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syarifah Amelia menanggapi potongan pidato Ketua Umum PPP yang beredar saat menyampaikan cerita tentang kunjungan Suharso Monoarfa ke berberapa Kiai saat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketum di pondok pesantren di acara pembekalan antikorupsi politik cerdas berintegerasi di Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada Senin, 15 Agustus 2022 merupakan kesalahan penafsiran.

Menanggapi video yang beredar yang kemudian ditafsirkan mengandung unsur hinaan terhadap kiai dan pesantren, Amel menyampaikan bahwa dia beserta segenap pengurus harian DPP PPP yang menjadi peserta acara pendidikan politik anti korupsi yang diadakan oleh KPK tersebut, menjadi saksi bahwa jika disimak secara utuh, tanpa dipotong serta disesuaikan dengan konteks diskusi yang mengiringinya, bahwa Ketum PPP tidak ada niat sama sekali untuk menyinggung perasaan para kiai.

“Bagi PPP pesantren adalah salah satu garda terdepan pendidikan ummat, sehingga dalam pendidikan anti korupsi, kita harapkan dapat dimulai dengan memahami betul perbedaan pemberian hadiah/bisyarah yang penuh kasih serta infak/shodaqoh yang berlandaskan keikhlasan dengan praktik yang mengarah pada gratifikasi di lingkungan pesantren”, ujar Amel.

Amel menjabarkan, Ketua Umum PPP menyampaikan hal ini, tak lain untuk menanggapi permintaan Kiyai Gufron agar PPP mampu memberikan warna politik yang berbeda, bukan membenarkan yang biasa, namun membiasakan yang benar. PPP harus mampu menjadi Partai yang mewujudkan politik Berketuhanan yang Maha Esa, bukan Berkeuangan yang maha kuasa, seloroh Kiyai Gufron saat itu.

Pada akhir acara pembekalan anti korupsi yang diberikan langsung dari Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ini kepada seluruh pengurus pusat PPP, Suharso selaku Ketum PPP menandatangani komitmen untuk membangun integritas internal parpol agar menolak politik uang dan praktik korupsi lainnnya.

Amel mengatakan, bagi PPP penghormatan pada ulama adalah salah satu cara PPP mengingat jati dirinya. PPP dibentuk ulama, diawasi ulama, memperjuangkan ulama. Hal ini yang selalu ditanamkan oleh para petinggi Partai, termasuk Ketum Suharso.

“Ketua Umum Suharso sekali lagi menyampaikan tidak sedikitpun bermaksud untuk menyinggung Kyai dan Ulama, serta menyesalkan video pidato beliau yang dipenggal seadanya, namun Ketum Suharso mengakui beliau sangat terpukul jika sampai ada Ulama/Kyai yang terluka karena hal ini”tambah Amel saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Amel juga meyakinkan jika Suharso akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalah pahaman ini dan dalam waktu dekat akan segera menemui Ulama dan Kyai untuk dapat berbincang dan memohon masukan secara langsung.®

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

28 July 2026 - 20:15 WITA

Wabup Jakaria Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Pertanggungjawaban APBD 2025

Wabup Jakaria: Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau

27 July 2026 - 20:49 WITA

Musda VI Golkar Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Pembagunan Malinau

Pemkab Malinau Hadiri Pelantikan Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Malinau 2026

18 May 2026 - 07:08 WITA

Pemkab Malinau Hadiri Pelantikan Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Malinau 2026

Peluang PPPK 2026: Alih Status Dari Paruh Waktu ke Status Tetap, Begini Mekanismenya

2 April 2026 - 15:23 WITA

Peluang PPPK 2026

Dukung Efisiensi Presiden, BKN Fokuskan Akselerasi Digitalisasi Manajemen ASN

2 April 2026 - 12:04 WITA

Dukung Efisiensi Presiden, BKN Fokuskan Akselerasi Digitalisasi Manajemen ASN

Titik Panas Mulai Muncul di Kaltim dan Kaltara, 8 Hektar Lahan Terbakar

2 April 2026 - 11:53 WITA

Titik Panas Mulai Muncul di Kaltim dan Kaltara
Trending di Daerah