Menu

Mode Gelap

Daerah · 2 Feb 2023 16:14 WITA

Kedatangan El Nino Picu Kemarau Panjang di Indonesia pada 2023


 Kedatangan El Nino Picu Kemarau Panjang di Indonesia pada 2023 Perbesar

JAKARTA [siagasatu.co.id] – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino akan terjadi di Indonesia pada 2023. Fenomena ini menyebabkan kemarau panjang atau mundurnya musim penghujan.

“Dengan adanya prediksi ini El Nino berarti wilayah Indonesia berbalik mengalir ke Samudra Pasifik sehingga Indonesia menjadi kering karena aliran masa udara ini bergerak ke Samudra Pasifik,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers, Jumat (27/1/2023).

Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Supari menuturkan prakiraan kemungkinan terjadi El Nino ini mengacu pada data cuaca selama tiga tahun terakhir. Di mana, Indonesia mengalami peningkatan curah hujan akibat La Nina. Dari data sebelumnya, kondisi ini hanya terjadi selama tiga tahun berturut-turut.

Pemodelan ini, lanjutnya, dapat memprediksi cuaca di Indonesia pada 2023. Peluang terbesar adalah berangsur ke kondisi netral. Imbasnya adalah curah hujan cenderung turun dibanding tiga tahun terakhir karena El Nino.

Dampak dari fenomena El Nino ini adalah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Supari memprediksi potensi dan luasan karhutla bisa lebih besar dibanding 2020 dan 2021. Ini karena cuaca cenderung kering dan panas.

“Kita perlu waspadai potensi karhutla yang lebih besar dibanding 2020 – 2021. Kalau ditanya kekeringannya merata atau tidak, yang perlu kita waspadai yang daerah yang menjadi spot – spot karhutla diantarnya pulau Sumatera dan pulau Kalimantan,” katanya.

Supari mencontohkan data karhutla saat kondisi netral, La Nina dan El Nino. Kondisi netral terjadi pada medio 2016 sampai 2018. Kala itu karhutla di Sumatera mencapai 1.000 titik. Sementara di Kalimantan mencapai 2.300 titik.

Saat kondisi La Nina atau tiga tahun terakhir terjadi penurunan. Tercatat muncul 600 titik karhutla di Sumatera. Untuk pantauan di Pulau Kalimantan muncul 1.600 titik karhutla.

“Menunjukan tahun basah turun, atau tahun depan menunjukan kemungkinan lebih besar. Ini yang perlu diwaspadai bersama,” ujarnya.

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmaja membenarkan potensi tinggi karhutla pada 2023. Akibat kondisi cuaca dan lahan yang terlampau kering. Ini berdasarkan permodelan yang dilakukan oleh BMKG atas potensi El Nino.

Fokus antisipasi terjadinya karhutla adalah di Riau dan Kalimantan Barat. Hartono memaparkan kedua provinsi dini kerap terjadi anomali cuaca. Saat wilayah lain terjadi hujan, kedua provinsi ini justru bercuaca kering.

“Anomali di dua provinsi ini sudah berulang kali terjadi, berujung kebakaran. Itulah mengapa lalu Presiden memerintahkan kepada kita, pemerintah provinsi dan masyarakat untuk menambah restorasi lahan gambut hingga 2024 seluas 1 juta hektar,” katanya.

Upaya restorasi lahan gambut sudah berlangsung sejak 2016. Diawali dengan perbaikan infrastruktur penunjang. Diimbangi pula dengan sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla di tingkat desa.

“Restorasi gambut yang kita lakukan pada dasarnya upaya jangka panjang kita agar gambut yang merupakan sumber daya alam bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya, kita manfaatkan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan,” ujarnya.®

Artikel ini telah dibaca 945 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Sekda Malinau Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Pemkab Siapkan 2.200 Kotak Masker

1 September 2026 - 16:56 WITA

Sekda Malinau Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

Asap Karhutla Mulai Ganggu Kualitas Udara, Dishut Imbau Warga Waspada

31 August 2026 - 19:17 WITA

Asap Karhutla Mulai Ganggu Kualitas Udara, Dishut Imbau Warga Waspada

Pengurus Baru PDKU Malinau Dikukuhkan, Wabup Jakaria Dorong Kebersamaan Jadi Kekuatan Utama Membangun Daerah

31 August 2026 - 15:45 WITA

Pengurus Baru PDKU Malinau Dikukuhkan

Sekda Malinau Harap Hasil Pemeriksaan Kinerja Jadi Momentum Perbaiki Pelayanan RSUD Kedepan

31 August 2026 - 15:38 WITA

Sekda Malinau Harap Hasil Pemeriksaan Kinerja Jadi Momentum Perbaiki Pelayanan RSUD Kedepan

Upacara Hari Pramuka Ke-65 di Malinau, Wabup Jakaria: Jadikan Momentum Bentuk Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

31 August 2026 - 12:36 WITA

Upacara Hari Pramuka Ke-65 di Malinau

Bupati Nunukan Buka Rakor Bunda PAUD Sekabupaten Nunukan Tahun 2026. Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Usia Dini

31 August 2026 - 12:30 WITA

Bupati Nunukan Buka Rakor Bunda PAUD Sekabupaten Nunukan Tahun 2026. Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Usia Dini
Trending di Advertorial