Menu

Mode Gelap

Headline · 2 Sep 2022 10:54 WITA

Heboh Pengusaha-Pengusaha Judi Buka Suara Soal Setoran Bisnis 303


 Heboh Pengusaha-Pengusaha Judi Buka Suara Soal Setoran Bisnis 303 Perbesar

Dari Kasat, Kapolres hingga Kapolda, mulai Rp40 juta perminggu sampai Rp300 juta perbulan

JAKARTA [siagasatu.co.id] – Seiring pemecatan mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo, isu soal aliran bisnis haram perjudian berlabel konsorsium 303 yang disebut digawangi Sambo kian berhembus kencang.

Seolah tak terbendung, pengakuan sejumlah pelaku bisnis judi kelas kakap pun makin blak-blakan.

Tak hanya di tingkat kota metropolitan, pelaku bisnis di daerah pun juga ramai-ramai mengungkap modus setoran ke pucuk pimpinan aparat persis seperti yang digambarkan dalam skema konsorsium 303 Sambo.

Terbaru, seorang pelaku bisnis judi di metropolitan menguak blak-blakan peran sejumlah perwira anak buah Sambo dan aliran setoran mingguan hingga bulanan dari praktik perjudian yang beredar.

Pengakuan itu diungkap dalam sebuah wawancara yang diunggah oleh video di channel youtube QUOTIENT TV, Sabtu (27/8/2022).

Dalam video berdurasi 33 menit itu menampilkan narasumber dari pelaku bisnis judi bersama Alvin Lim dari LQ Indonesia Lawfirm.

Video yang viral itu berjudul PRAKTEK OKNUM POLRI, PMJ 303 PERJUDIAN ‼️ dengan tulisan di depan Sosok The Next Ferdy Sambo dan 303.

Dipandu Alvin Lim, narasumber tersebut blak-blakan menyebut pihak yang terlibat dalam penyaluran setoran dari bandar Judi Online ke Polda Metro Jaya hingga di luar Jakarta.

Narasumber itu terang-terangan menyebut nama Jerry Siagian dan beberapa perwira di bawah konsorsium Ferdy Sambo sebagai oknum yang selama ini menerima aliran setoran dari bisnis judi yang dibekingi.

“Dulu, Jerry Kanit 2 di Jatanras Polda Metro. Dari situ itu, dia ikut Sespim (Sekolah Staf pimpinan), waktu sespim ini, karena Dia ‘kan sudah kanit. Kanit 2 itu adalah tangan kanannya Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk mengawasi perjudian-perjudian darat dan judi online di Jakarta. Semua lewatnya Jerry Siagian semua,” papar narasumber yang disamarkan identitasnya itu mengawali wawancara.

Sosok Jerry Siagian yang ikut dicopot karena terseret kasus Sambo, memang sedang jadi perbincangan. Karena namanya ikut terseret dalam selebaran Konsorsium 303 Ferdy Sambo yang viral di medsos.

Sekadar tahu, sosok Jerry merupakan tangan kanannya Nico Afinta yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Dalam wawancara itu, narasumber tersebut menyampaikan karena sangat kuat potensi kepemilikan ekonominya, Jerry kemudian mendapat kesempatan ikut sespim.

“Setelah ikut sespim, itu orang penjudi setor juga uang sama mereka-mereka. Jadi Dia santai aja,” kata Dia.

Setelah selesai sespim, Jerry Siagian disebut sempat nongkrong di Bareskrim. Di bawah naungannya Dirtipidum Ferdy Sambo. Dari situlah, hubungannya dengan Sambo semakin dekat.

Karena, Dia basicnya sebagai koordinator penampung terima setoran wajib untuk judi darat dengan judi online.

“Selesai di sespim, Dia ditempatkan jadi Kasub di Jatanras. Setelah ditempatkan jadi Kasub di Jatanras Polda Metro itu, Dirnya masih Niko. Yang sekarang jadi Kapolda Jawa Timur,” terangnya.

Narasumber itu kemudian membeber praktik setoran dari pelaku bisnis judi agar bisa beroperasi dengan nyaman.

Di Polda Metro Jaya, Ia menyebut setoran itu diberikan untuk kelas Kanit yang digawangi personel berpangkat perwira, Direktur Tipidum, hingga Kapolda.

Semua setoran itu melalui Jerry yang sejak awal berperan sebagai koordinator penerima setoran. Jerry sendiri mendapat setoran sekitar Rp40 juta perminggu hingga Rp300 juta perbulan.

Ia juga menyebut setoran untuk Kasat hingga Kapolres yang juga diberikan setiap pekan.

“Kalau tidak salah itu 40 juta per minggu untuk Kasat di Direskrimum. Di Reskrimum itu ada 6 kasat tapi yang nangani perjudian itu hanya Jatanras, yang lain nggak.

Masing-masing setorannya kalau Saya nggak salah, Polres itu Rp25 juta per minggu. Itu dulu ya, waktu ramai di Jakarta Rp25 juta perminggu. Kasat Rp10 juta, jadi penjudi itu pintar yang disogok itu Kapolres dan Kasat,” ujarnya.

Ia juga menyebut kalau di Polda Metro itu setornya melalui Jerry. Selain Jerry yang menerima Rp40 juta perminggu, ada 5 Kanit berpangkat AKP di bawahnya yang per pekan dijatah setoran Rp5 sampai Rp7,5 juta.

Setoran itu mengalir dari setiap lokasi. Bisa dibayangkan berapa banyaknya aliran cuan jika di Jakarta dan sekitarnya ada banyak titik judi.

“Kanitnya itu kalau enggak salah ada 4 atau ada 5, Rp7,5 juta perminggu. Itu per lokasi dong. Kayak dulu di Bekasi itu Dia nyetor juga masing-masing diantar sendiri. Omsetnya itu waktu dibukanya itu sebulan aja untuk jatah Dia (Jerry) itu paling kecil Rp300 juta loh Itu untuk dia saja sendiri,” urainya.

Grafik Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang kini ramai beredar di media sosial.
Sementara untuk kelas direktur di atasnya, nominal setoran dipastikan lebih besar lagi. Narasumber tadi juga menyebut setoran untuk direktur biasanya dititipkan melalui Jerry.

Direktur Tipidum biasanya memilih tidak mau ditemui atau bersentuhan dengan pelaku judi. Ia juga menyebut, saat Kapolda Idham, Ia meyakini tidak mau menerima setoran uang judi.

Bahkan Idham langsung bergerak memerintahkan penangkapan jika mendapat laporan soal judi. Akan tetapi, Kapolda yang menjabat saat ini, diyakini mau lantaran mantan serse.

“Kapolda yang sekarang Saya nggak tahu. Tapi kayaknya Kapolda yang sekarang agak doyan sih karena dia mantan serse. Kalau Jerry nggak ada di tempat, biasanya uang dititipkan ke dua orang AKP C dan D,” ujarnya.

Tak hanya judi di Jakarta, setoran dari pelaku judi di luar Jakarta pun juga dikoordinir oleh Jerry. Ia menyebut di Medan ada dua penjudi besar ada di Belawan dekat pasar dan Deli Serdang.

Modusnya, nanti JRS itu menelepon pengelola judi untuk menyiapkan setoran rutin per pekan jika ingin aman beroperasi.

Bahkan Dia mengungkapkan, jika setorannya kecil, maka akan ditangkap dan dimasukkan sel di Polda. Di sel mereka diancam, kalau mau keluar harus menyetor ratusan juta.

“Kalau setorannya kecil, ditangkap bawa ke Polda masukin sel yang sempit. Nanti di situ dibilang lu mau keluar gak? kalau mau keluar bayar sekian,” ujarnya.

Contohnya, lanjut Dia. Pada 10 Agustus 2018 lalu Polda Metro Jaya menangkap perjudian di daerah Jakarta Barat, ada 9 orang yang ditangkap, karena setorannya kecil.

“Lalu dibilang kalau mau keluar bayar Rp150 juta per orang. Akhirnya dibayar dan empat hari kemudian 9 orang ini dilepas,” ungkapnya.

Tebusan Rp2,5 Miliar
Kesaksian serupa juga diungkapkan salah satu pelaku judi di Jakarta yang disampaikan kepada Tempo.co, Rabu (24/8/2022) malam.

Pengusaha itu mengungkapkan adanya dugaan dana judi yang masuk ke beberapa pejabat Kepolisian di Polda Metro Jaya dan di Mabes Polri.

Sumber ini menyatakan banyak tahu perihal judi yang diduga melibatkan aparat kepolisian. Tempo kemudian menemui pria itu di Kembangan, Jakarta Barat.®

Dilansir dari portal berita online joglosemarnews.com

Artikel ini telah dibaca 184 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Jadwal Pencairan Gaji Ke-13 untuk Pensiunan Mulai 3 Juni 2024

26 May 2024 - 20:46 WITA

Jadwal Pencairan Gaji Ke-13 untuk Pensiunan Mulai 3 Juni 2024

Polda Kaltara Memusnahkan 980 Botol Miras Ilegal Berbagai Merk

23 April 2024 - 17:10 WITA

Polda Kaltara Memusnahkan 980 Botol Miras Ilegal Berbagai Merk

1.011 narapidana Lapas Kelas IIA Tarakan terima Remisi Khusus Idul Fitri 1445 H

11 April 2024 - 11:32 WITA

1.011 narapidana Lapas Kelas IIA Tarakan terima Remisi Khusus Idul Fitri 1445 H

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng Rp14.000/Liter selama Ramadan dan Idulfitri 2024

14 March 2024 - 17:08 WITA

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng

Jenasah Korban Jatuhnya Pesawat Smart Air Dipulangkan ke Kampung Halaman

11 March 2024 - 12:25 WITA

Jenasah Korban Jatuhnya Pesawat Smart Air Dipulangkan ke Kampung Halaman

MUI: Penetapan Awal Ramadhan Berbeda, Lebaran Tetap Harus Bersatu dan Meriah

11 March 2024 - 09:19 WITA

MUI
Trending di Daerah