Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Jul 2022 09:10 WITA

FM Kaget Jika Lalat dan Keluarganya Menyerbu Istana Negara?


 Fajar Mentari (FM) saat di lokasi kandang ayam di RT 57 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. //foto: Harianto Rivai - siagasatu.co.id Perbesar

Fajar Mentari (FM) saat di lokasi kandang ayam di RT 57 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. //foto: Harianto Rivai - siagasatu.co.id

TARAKAN [siagasatu.co.id] – Bak berbalas pantun Fajar Mentari (FM), Ketua Lembaga Nasional Pemantau dan Pemberdayaan Aset Negara Provinsi Kalimantan Utara versus Sudirman, pengelola usaha ternak ayam pedaging di RT 57 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.

‘Pantun’ (pernyataan) Sudirman yang dilansir Benuanta.co.id pada Senin 4 Juli 2022 kemarin, mendapat tanggapan serius namun santai dan sedikit jenaka dari FM yang juga Ketua Lembaga Nasional Anti Korupsi Republik Indonesia (LNAKRI) Provinsi Kalimantan Utara.

“Sebenarnya sudah terjawab semua dari ‘pantun’ Saya sebelumnya. Tapi tidak apa Saya balas ‘pantun’nya lagi. Mungkin beliau tertarik dengan ‘pantun’ Saya, makanya minta disiarkan ulang. Sebenarnya sudah terjawab semua jurus pamungkas yang menjadi alasannya itu,” ujar FM mengawali wawancaranya dengan siagasatu.co.id di salahsatu rumah makan di bilangan Jalan Mulawarman, Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan,

FM tergelitik dan merasa lucu bin aneh kalau Sudirman merasa heran terhadap sikap dan tanggapannya yang mengatakan warga sekitar kandang ayam alami kondisi terganggu.

“Harusnya Saya yang heran dengan keheranannya itu. Loh, buktinya ada keluhan warga, ada laporan warga yang mengundang keseriusan Ketua RT setempat untuk memperjuangkan aspirasi warganya dan turut memperkarakannya,” sergahnya.

Dari sini FM menggambarkan bahwa bukan satu dua orang yang mengeluhkan masalah ini. Artinya bukan ribut antar person warga, tapi bisa disimpulkan keluhan sekelompok warga.

“Kalau yang bersangkutan heran kenapa yang ngontrak dikontrakannya adem-adem saja, justru Saya yang heran kalau pembandingnya orang yang ngontrak di kontrakannya, karena boleh dicurigai tidak objektif. Mungkin mereka ngontrak di situ pada saat sedang baik-baik saja, lalatnya masih bertapa. Atau mungkin faktor lainnya yang membuat mereka ngontrak di situ. Lalu dalam perjalanan mereka mengontrak, tiba-tiba si lalat dan kawan-kawannya ikut bertamu dan latihan terbang di pemukiman sekitar,” katanya sedikit nyleneh

Fajar Mentari (FM) saat diwawancarai siagasatu.co.id //foto: Harianto Rivai – siagasatu.co.id

Sebagaimana statement FM di pemberitaan sebelumnya sudah cukup jelas dan terang, bahwa keterangan dari beberapa tetangga pengontrak mengatakan tidak ada masalah dengan lalat, FM menganggap itu sebagai faktor memelihara silaturahmi, faktor menjaga perasaan tetangga di depan umum, faktor tidak tega, faktor tidak enak hati. Menjadi kewajaran, karena secara psikologi sebagai tetangga yang apalagi merangkap pengontrak di rumah kontrakan yang dikelola Sudirman.

“Buktinya tetangga yang di luar pengontraknya mengeluh bahkan melapor, bahkan juga Ketua RT setempat turun gunung memperkarakan sarang berkembang biaknya lalat ini yang saya sebutnya lalat lepas karantina,” terangnya.

Menanggapi pengakuan Sudirman bahwa usahanya telah memenuhi standar prosedur, termasuk pembersihan kandang, intens penyemprotan, dan lainnya, dan bahkan didokumentasikan.
“Saya pikir bahkan seorang narapidana sebelum Dia masuk bui juga melakukan hal yang sama, pasti melakukan pembelaan atas dirinya.
Saya ingin memberikan pandangan sehat seperti ini, rumah kita sendiri aja, yang menurut kita sudah intens tiap hari kita bersihkan, kita merasa yakin sudah sangat rajin, tapi kita lupa bahwa kadang-kadang ada masa datang rasa malas, kita abai, lupa, dan lalai. Cucian menumpuk, piring kotor berserakan. Tidak jarang juga kita berpikir irit sabun kalau nyucinya sedikit-sedikit, makanya kita nunggu sekalian sampai menumpuk dulu. Apalagi usaha yang profit oriented,” bebernya.

Dikatakan FM, jika ada dokumentasinya, bisa terdeteksi tanggal berapa didokumentasikan, karena sekarang zaman sudah canggih, sistem tidak bisa dibohongi.

“Bagaimana Saya mau percaya jika dari awal aja udah bohong. Saya diajak tinjau lokasi yang terkesan maksa banget dengan tujuan hanya untuk membuktikan bahwa di kandangnya tidak ada lalat. Ya wajar saja Saya cuma ketemu dua ekor lalat, karena kandang dalam keadaan kosong ayam pasca panen. Dia pikir mungkin Saya bodoh. Secara tidak langsung ‘kan itu sama halnya menganggap Saya bodoh,” terangnya.

Menurut FM, teorinya sekali berbohong, maka akan terus berbohong, karena untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Dia akan berusaha melindungi kebohongan sebelumnya dengan kebohongan lainnya. Kebohongan pertama ditutupi oleh kebohongan kedua, lalu kebohongan pertama dan kedua akan ditutup dengan kebohongan ketiga, dan begitu seterusnya.

“Dia terpenjara oleh karya kebohongan pertama yang diciptakannya sendiri. Akhirnya pembohong jadi bingung sendiri dan tak tahu lagi mana yang benar. Persis seperti parfum isi ulang, wangi tapi palsu. Perbuatan ini ‘kan masuk kategori tidak kooperatif,” paparnya.

FM mengingatkan Sudirman, tidak perlu baru kaget ala terkejut-kejut kalau di depan, belakang, samping kiri-kanan hotel Tarakan Plaza tidak ada lalat. Ngapain kaget karena di sekitar hotel dimaksud memang tidak ada kandang ayam.

“Termasuk pertanyaan Pak Sudirman bagaimana kalau lalatnya di rumput-rumput. Pakai acara mencurigai kondisi rerumputan di sekitar pemukiman warga RT 57 Karang Anyar sebagai kemungkinan yang sangat memicu lalat,” celotehnya.

Situasi kandang ayam di RT 57 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat terlihat bersih saat tak beroperasi. //foto: Harianto Rivai – sigasatu.co.id

Sebelumnya, FM sudah terangkan tentang kehidupan lalat yang FM pikir dalam kasus ini sudah secara deskriptif dan komprehensif, menggunakan kerangka berpikir yang logis dan ilmiah, “atau jangan-jangan yang bersangkutan tidak membacanya,” gumamnya.

Sekretaris Ikatan Persaudaraan Pemuda Makassar (IPPM) Kaltara ini sudah paparkan bahwa, hama serangga seperti lalat itu butuh cahaya yang terpolarisasi untuk membimbingnya secara visual. Kala hari berubah menjadi senja, lalat-lalat berlindung di bawah dedaunan, batang, cabang-cabang, dan ranting-ranting pohon. Selain itu, mereka ada juga yang bernaung pada batang rumput yang tinggi atau tanaman lainnya.

Jadi, ‘jam-jam kerja’ lalat atau keluyurannya ke rumah warga itu di saat terang hari, bukan di rumput. Dengan kata lain, lalat dan kawanannya ke rumput itu mungkin pada saat mereka ‘mau tidur aja’, dan mendekati gelap hingga sudah gelap, makanya lalat tidak nongol bertamu pada saat malam hari.

“Lagian analoginya sebut-sebut hotel Tarakan Plaza itu masih terlalu dekat. Bahkan kalau kandang ayam itu dekat dari istana kepresedinan di Jakarta sana, itu lalat bakal rebutan bertamu di istana negara, silaturahmi ke kediaman kepala negara, salaman sama pak Jokowi,” imbuhnya.

Diakhir wawancara, FM berseloroh, Sudirman baru masuk akal kaget kalau di istana kepresidenan dikerumuni lalat. “Jangankan Pak Sudirman, Saya juga pasti ikutan kaget. Masa’ iya Paspampres ngurusi lalat, ribut sama lalat, perang sama lalat,” pungkasnya.® (Harianto Rivai)

Artikel ini telah dibaca 303 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Plh Sekab Malinau Marson Lepas Kontingen O2SN Jenjang Dasar dan Menengah ke Tarakan

12 July 2024 - 13:16 WITA

Plh Sekab Malinau Marson Lepas Kontingen O2SN

Pj Wali Kota Tarakan Bustan Pantau Perkembangan Kebersihan Sepanjang Jalan Mulawarman

12 July 2024 - 08:52 WITA

Pj Wali Kota Tarakan Bustan Perkembangan Kebersihan Sepanjang Jalan Mulawarman

Pemerintah Apresiasi Pelaksanaan O2SN Tingkat Provinsi

11 July 2024 - 18:22 WITA

Pemerintah Apresiasi Pelaksanaan O2SN Tingkat Provinsi

Bupati Wempi Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan Bintara Polri Gelombang I 2024

11 July 2024 - 17:27 WITA

Bupati Wempi Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan Bintara Polri Gelombang I 2024

Dispora Matangkan Persiapan POPDA ke 1 Kaltara

11 July 2024 - 17:18 WITA

Dispora Matangkan Persiapan POPDA ke 1 Kaltara

Jelang Pekan Imunisasi Polio, Dinkes Pastikan Vaksin Aman untuk Anak

11 July 2024 - 17:13 WITA

Jelang Pekan Imunisasi Polio
Trending di Advertorial