MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menghadiri sekaligus menutup secara resmi Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III Tahun 2026 di Panggung Padan Liu Burung, Minggu (24/5/2026) malam.
Baca Juga: Perjalanan 23 Tahun Bethany BMC Pelita Kanaan, Kesetiaan dan Persatuan Jadi Kunci Kekuatan Gereja
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, khususnya Sanggar Tari Seni dan Budaya Dayak Felefet, yang dinilai berhasil menjaga dan melestarikan seni budaya Dayak Lundayeh di tengah perkembangan zaman.
Ia mengatakan festival tersebut bukan sekadar ajang pertunjukan seni, melainkan ruang pewarisan nilai budaya, penguatan identitas daerah, serta wadah mempererat persaudaraan masyarakat.
Menurutnya, melalui berbagai perlombaan seperti tari tradisional, musik, sumpit, hingga lukis kanvas, generasi muda telah menunjukkan kreativitas tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Sekda juga mengajak generasi muda Kabupaten Malinau untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah dengan memanfaatkan kreativitas, teknologi, dan inovasi agar budaya Dayak Lundayeh semakin dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
Di akhir sambutannya, ia berharap Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh dapat terus berkembang menjadi agenda budaya yang lebih besar, berkualitas, dan berkelanjutan serta mampu melahirkan seniman dan pelaku ekonomi kreatif daerah.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III Kabupaten Malinau Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tutupnya.® (red)









































