MALINAU, siagasatu.co.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi.,M.M.,M.H didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Kamran Daik, M.Si dan Asisten Admnistrasi Umum Francis, S.Pd.,M.Pd hadiri Rapat koordinasi Optimalisasi Penggerakan dan Peningkatan Capaian Kunjungan Balita ke Posyandu yang diselenggarakan di Ruang Rapat Intulun, Pemda Malinau. Kamis (03/09/26) pagi.
Rapat ini menjadi tindak lanjut hasil rakor stunting dan TBC selama 2 hari di pilot project. Fokus utama pembahasan adalah penanganan stunting dan tuberkulosis di Kabupaten Malinau.
Rapat ini juga digelar bersama beberapa kepala OPD, Camat se-Kabupaten Malinau dan beberapa lembaga terkait.
Sekda menekankan pentingnya peran keluarga sebagai kunci utama dalam mendorong kunjungan ke Posyandu. Ia juga meminta sinergi antara Camat, Kepala Desa, Ketua RT, kader Posyandu, Puskesmas, dan guru untuk menggerakkan masyarakat.
“Data harus by name by address. Kita petakan RT mana yang paling banyak balitanya, lalu keroyok bersama. Kalau kita kerja dengan pola seperti ini, target 85% kunjungan balita bisa tercapai,” tegas Sekda.
Ia juga mengingatkan bahwa rumah sakit seharusnya tidak bangga dengan banyaknya pasien sakit. Pelayanan preventif melalui Posyandu harus jadi prioritas agar derajat kesehatan masyarakat meningkat.
Sebagai strategi, akan digelar gerakan penimbangan serentak pada 3 November 2026 menjelang Hari Kesehatan Nasional. Pada September dan Oktober 2026, Camat dan Puskesmas diminta melakukan pemantauan dan evaluasi data.
Sekda menegaskan dukungan penganggaran untuk program kesehatan, termasuk stunting, TBC, dan literasi. Ia meminta seluruh pihak tidak berhenti hanya karena keterbatasan sarana, namun terus berinovasi.
“Ini soal masa depan anak-anak kita. Jangan sampai kita hanya kejar prestasi data, tapi faktanya anak kita tetap stunting. Mari kita kerja serius dan tuntas,”tutupnya.® (red)















