Menu

Mode Gelap

Headline · 6 Mar 2022 12:18 WITA

BNPT : Hati-Hati Mengundang Penceramah Berpaham Radikal


 Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ahmad Nurwakhid Perbesar

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ahmad Nurwakhid

JAKARTA [siagasatu.co.id] – Dalam rapat pimpinan dengan TNI-Polri, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung disiplin TNI-Polri termasuk soal mengundang penceramah radikal.

Hal ini ditindaklanjuti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan mengeluarkan sejumlah ciri penceramah radikal, Sabtu (5/3/2022).

Direktur Pencegahan BNPT Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa sejak awal pihaknya sudah menegaskan bahwa persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak dini karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme.

Ia menyebutkan bahwa radikalisme merupakan sebuah proses tahapan menuju terorisme.

Upaya tersebut, kata Dia, dilakukan dengan memanipulasi dan mempolitisasi agama.

Nurwakhid menyebut peringatan yang disampaikan oleh Jokowi tersebut harus ditanggapi serius seluruh Kementerian, lembaga pemerintahan dan masyarakat.

Penceramah radikal, kata Dia, dapat terdeteksi melalui beberapa indikator yang tergambar dari isi materi yang disampaikan.

Pertama, kata Dia, penceramah itu mengajarkan anti-Pancasila dan pro terhadap ideologi khilafah atau yang ingin mendirikan negara Islam.

Kemudian, penceramah itu biasanya mengajarkan paham takfiri atau mengafirkan pihak lain yang berbeda paham ataupun agama.

Lalu, mereka menanamkan sikap anti pemimpin atau pemerintahan yang sah.

“Dengan sikap membenci dan membangun ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan maupun negara melalui propaganda fitnah, adu domba, hate speech, dan sebaran hoaks,” jelas dia.

Keempat, para penceramah itu memiliki sikap eksklusif terhadap lingkungannya.

Mereka dinilai bersikap intoleransi terhadap perbedaan.

Lalu terakhir, kata Nurwakhid, mereka biasanya berpandangan anti budaya atau kearifan lokal keagamaan.

Nurwakhid meminta agar masyarakat tak mencirikan penceramah dengan hanya pada berpatok pada penampilannya.

“Tetapi isi ceramah dan cara pandang mereka dalam melihat persoalan keagamaan yang selalu dibenturkan dengan wawasan kebangsaan, kebudayaan dan keragaman,” jelas Dia.

Kelompok radikal, kata Dia, bertujuan untuk menghancurkan Indonesia melalui berbagai strategi dan doktrin yang ditanamkan ke tengah masyarakat.

Biasanya, mereka melakukan strategi dengan menghilangkan dan menyesatkan sejarah bangsa Indonesia.

Lalu menghancurkan budaya lokal, hingga mengadu domba anak bangsa dengan pandangan intoleransi dan isu SARA.

BNPT beranggapan, cara itu dilakukan untuk membenturkan agama dengan nasionalisme dan kebudayaan luhur bangsa.

“Inilah yang harus menjadi kewaspadaan kita bersama dan sejak awal untuk memutus penyebaran infiltrasi radikalisme ini salah satunya adalah jangan asal pilih undang penceramah radikal ke ruang-ruang edukasi keagamaan masyarakat,” kata Dia.

Sebelumnya, Jokowi meminta agar isteri aparat TNI-Polri dapat menjaga disiplinnya dengan tidak asal mengundang penceramah agama ke acara-acara tertentu.

Ia meminta agar pemanggilan penceramah itu dikoordinasikan terlebih dahulu untuk meminimalisir penyebaran paham radikal.

“Sekali lagi, di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu. Harus dikoordinir oleh kesatuan.
Makro dan mikronya harus kita juga. Tahu-tahu undang penceramah radikal, hati-hati,” kata Jokowi, Selasa (1/3/2022).

Polri dan TNI pun sepakat terkait arahan tersebut. Mereka bakal mengarahkan kepada jajaran kewilayahan untuk dapat menjaga kedisiplinan terkait pemanggilan penceramah yang dilakukan oleh keluarga.®

Editor : Suryadi
Sumber: detik.com

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Dihadiri Ketua Umum PGRI, Malinau Tuan Rumah Upacara HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025

17 December 2025 - 09:18 WITA

Dihadiri Ketua Umum PGRI, Malinau Tuan Rumah Upacara HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025

Malinau Jadi Pusat Perhatian Nasional, Ketua Umum PGRI Hadir Dorong Inovasi Pendidikan

17 December 2025 - 08:07 WITA

Malinau Jadi Pusat Perhatian Nasional

Kabupaten Malinau tampil memukau pada Parade Tari Nusantara

1 December 2025 - 07:04 WITA

Kabupaten Malinau tampil memukau pada Parade Tari Nusantara

Malinau Unjuk Kekuatan, Taekwondo Intimung Borong 10 Medali di Kejuaraan Nasional

18 November 2025 - 11:03 WITA

Taekwondo Intimung

Kaltara masuk 4 Besar Kriteria Provinsi Terharmonis di Indonesia

6 November 2025 - 17:10 WITA

Kaltara masuk 4 Besar Kriteria Provinsi Terharmonis di Indonesia

Usai Sukses Gelar Irau ke-11, Pemkab Malinau Bahas Langkah Strategis Pembangunan dan Siap Masuk Agenda Nasional

28 October 2025 - 16:27 WITA

Usai Sukses Gelar Irau ke-11
Trending di Advertorial