Menu

Mode Gelap

Daerah · 29 Aug 2023 07:25 WITA

Grand Opening Toko Rakyat Malinau, Bupati Wempi: Produk Lokal Harus Jadi Prioritas


 Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat menunjukkan sejumlah komoditas asal Malinau yang dipasarkan di Toko Rakyat Malinau, Kalimantan Utara. Perbesar

Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat menunjukkan sejumlah komoditas asal Malinau yang dipasarkan di Toko Rakyat Malinau, Kalimantan Utara.

MALINAU,siagasatu.co.id — Aktivitas Perbelanjaan Toko Rakyat Malinau (TRM) secara resmi mulai beroperasi. Hal itu ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Bupati Malinau Wempi W Mawa, pada Senin (28/8/2023) Sore, didampingi Wakil Bupati Jakaria dan Ketua DPRD Malinau, Ping Ding.

Toko Rakyat Malinau merupakan salah satu Bagian Unit dari pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Intimung Malinau. Perusda sendiri memiliki 5 unit usaha yaitu Beras Daerah (Rasda), Arguma (Air Kemasan), Furniture Rotan, BBM dan Mini Market atau yang sekarang menjadi Toko Rakyat Malinau.

Toko ini menampung hasil dari UMKM, Pertanian dan Perkebunan masyarakat Malinau, yang di jual dalam bentuk kemasan yang lebih fresh dan menarik. Ditambah dengan adanya Caffe untuk memanjakan pelanggan selama berbelanja.

Dengan dibukanya Toko tersebut, Bupati Malinau, Wempi W Mawa dalam sambutannya menekankan untuk tidak menjual produk dari luar, artinya yang bukan produk Indonesia.

“Termasuk produk yang kita jual harus mendukung produk lokal (Asli Malinau). Produk yang diproduksi oleh masyarakat lokal sehingga dapat menjadi produk daerah,” ujarnya.

Termasuk Caffe, kata dia, harus bisa ditunjukkan bahwa kopi yang diseduh disini adalah produk Asli Malinau agar betul-betul mencerminkan Toko Rakyat Malinau.

Ia menambahkan, terkait visi Toko Rakyat Malinau, maka dalam pengelolaannya harus betul-betul mengakomodir seluruh aspek produk lokal sehingga pertumbuhan ekonominya bisa tumbuh dengan baik.

“Bukan berarti kehadiran Toko Rakyat Malinau ini akan menjadi saingan usaha maupun Caffe yang sudah ada di Malinau. Perumda sama sekali tidak bersaing dengan usaha-usaha lain yang sudah ada, tetapi memberi peluang untuk UMKM menjajakan produk-produk dari Malinau. Baik itu produk kopi, hasil pertanian dan lainnya yang benar-benar berasal dari masyarakat Malinau sendiri” jelasnya.

“Jadi bukan sekedar mencari keuntungan tetapi kita juga membuka potensi dan peluang usaha baru, sehingga ada kemandirian bagi masyarakat Malinau kedepan,” pungkasnya.®

Artikel ini telah dibaca 182 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Bupati Tinjau Pintu Air Embung Lapri Sebatik, Tegaskan Anggaran 24 Miliar Siap untuk Pembebasan Lahan

17 May 2026 - 10:17 WITA

Bupati Tinjau Pintu Air Embung Lapri Sebatik

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Pemkab Malinau Ikut Saksikan Secara Daring

17 May 2026 - 07:06 WITA

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Pemkab Malinau Ikut Saksikan Secara Daring

Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus Desa Putat Diresmikan, Asisten II Harapkan Umat Semakin Bertumbuh dalam Iman

16 May 2026 - 18:13 WITA

Gereja Katolik Stasi Santo Yulianus Desa Putat Diresmikan

112 Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Kaltara Perkuat Ekonomi Desa

16 May 2026 - 18:01 WITA

112 Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Kaltara Perkuat Ekonomi Desa

Gubernur Respons Aspirasi Mahasiswa Kaltara di Makassar, Siap Cari Solusi Rumah Singgah

16 May 2026 - 17:56 WITA

Gubernur Respons Aspirasi Mahasiswa Kaltara di Makassar, Siap Cari Solusi Rumah Singgah

Timeless Generation, Tema Bible Camp Gelaran Yayasan Fajar Harapan Baru Nunukan

15 May 2026 - 12:58 WITA

Timeless Generation, Tema Bible Camp Gelaran Yayasan Fajar Harapan Baru Nunukan
Trending di Advertorial