TARAKAN, siagasatu.co.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan memprakirakan curah hujan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) masih relatif rendah sepanjang November 2026. Bahkan, kondisi minimnya curah hujan diperkirakan dapat berlangsung hingga akhir tahun.
Forecaster Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna, mengatakan hujan masih berpotensi terjadi, tetapi dengan intensitas rendah dan bersifat lokal. Artinya, hujan yang turun tidak merata di seluruh wilayah.
Baca Juga: Bupati Wempi Pimpin Rakor Persiapan Porprov II Kaltara 2026, Malinau Siapkan 26 Venue Pertandingan
“Hujan tetap turun namun intensitasnya rendah, hal ini dikarenakan puncak El Nino masih dirasakan hingga awal tahun 2027,” katanya, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, kondisi curah hujan yang masih minim perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam mengelola ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan persediaan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan. Selain itu, warga juga disarankan memanfaatkan momentum ketika hujan turun untuk menampung air sebagai cadangan.
“Untuk tetap menampung air hujan sebagai antisipasi jika air dari PDAM tidak mengalir,” tuturnya.
BMKG mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini guna menghadapi kondisi curah hujan rendah yang berpotensi berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, sehingga masyarakat diharapkan mulai menyiapkan tempat penampungan air dan mengatur penggunaannya sesuai kebutuhan.
Dengan adanya imbauan tersebut, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi kondisi minimnya curah hujan serta dapat menjaga ketersediaan air bersih hingga kondisi cuaca kembali normal.® (Red)















