Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 3 Nov 2026 15:27 WITA

“Merawat Bahasa Leluhur, Menguatkan Iman,” Tujuh Bahasa Daerah Malinau Masuk Program Penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru


 “Merawat Bahasa Leluhur, Menguatkan Iman,” Tujuh Bahasa Daerah Malinau Masuk Program Penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru Perbesar

MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Francis, S.Pd., M.Pd secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Program Penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru (PB) Bahasa Dayak Agabag, Punan, Lengilo’, Sa’ban, Lundayeh, Bulusu, dan Kenyah Lepo’ Ke Kabupaten Malinau Tahun 2026. Bertempat di Gereja GKPI Jemaat Eben Heazer, Desa Lubak Manis, Selasa (03/11/2026) pagi.

Baca Juga: Wakil Bupati Malinau Tinjau Tiga Posyandu, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting
‎
‎Dalam sambutannya, Asisten 3, Francis menyampaikan bahwa penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah masing-masing merupakan sebuah langkah penting agar masyarakat dapat memahami firman Tuhan menggunakan bahasa yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
‎
‎Menurutnya, bahasa daerah bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan bagian dari identitas, jati diri, sejarah dan warisan budaya yang harus terus dijaga serta diwariskan dari generasi ke generasi.
‎
‎Melalui penerjemahan firman Tuhan ke dalam bahasa daerah, pesan-pesan kebenaran diharapkan semakin mudah dipahami, dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Proses penerjemahan Kitab Injil Lukas telah dilaksanakan sejak tahun 2018 hingga 2025 ke dalam delapan bahasa daerah merupakan hasil kemitraan dan kerja sama antara GKPI bersama GKII, Mission Aviation Fellowship (MAF), serta Kartidaya Sahabat Indonesia.
‎
‎Selanjutnya, proses penerjemahan Alkitab Perjanjian Baru akan dilanjutkan ke dalam tujuh bahasa daerah, yakni Dayak Agabag, Punan, Lengilo’, Sa’ban, Lundayeh, Bulusu, dan Kenyah Lepo’ Ke. Direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 dengan perkiraan waktu pengerjaan selama tujuh hingga delapan tahun.
‎
‎Asisten 3, Francis juga berharap hasil penerjemahan nantinya tidak hanya menjadi dokumen atau naskah tertulis, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan, dibaca, dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
‎
‎Mengakhiri sambutannya, Ia berharap program ini dapat memperkuat persaudaraan, membawa manfaat bagi masyarakat dan punya kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Malinau dan Kalimantan Utara.® (red)

 

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Bupati Malinau Tinjau Penimbangan Serentak dan Pendidikan Anak di Desa Salap

3 November 2026 - 17:40 WITA

Bupati Malinau Tinjau Penimbangan Serentak dan Pendidikan Anak di Desa Salap

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

3 November 2026 - 17:32 WITA

Gubernur Minta Reforma Agraria Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

Wakil Bupati Malinau Tinjau Tiga Posyandu, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

3 November 2026 - 15:22 WITA

Wakil Bupati Malinau Tinjau Tiga Posyandu, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Sekda Malinau Tinjau Aksi Timbang Bayi Serentak, Pastikan Pertumbuhan Balita Terpantau

3 November 2026 - 15:11 WITA

Sekda Malinau Tinjau Aksi Timbang Bayi Serentak, Pastikan Pertumbuhan Balita Terpantau

BMC 2026 Berakhir, “Dari Lapangan Kuala Lapang Lahir Juara dan Semangat Baru Sepak Bola Liga Pelajar Malinau”

3 November 2026 - 10:43 WITA

BMC 2026 Berakhir

7.786 Peserta PBI-JK di Kalimantan Utara Dinonaktifkan, Ini Rincian Tiap Kabupaten dan Kota

3 November 2026 - 10:08 WITA

7.786 Peserta PBI-JK di Kalimantan Utara Dinonaktifkan, Ini Rincian Tiap Kabupaten dan Kota
Trending di Advertorial