MALINAU, siagasatu.co.id — Wakil Bupati Malinau Jakaria, SE.,M.Si hadiri Permohonan Audiensi dan Presentasi Rencana Pembangunan Kereta Api di Kalimantan Utara yang diselenggarakan di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Provinsi
Kalimantan Utara Jakarta, Jl. Kramat II No. 28-30, Kwitang, Kec. Senen, Jakarta Pusat. (21/04/26).
Baca Juga: RUPS Lainnya Bank Kaltimtara 2026, Bupati Malinau Hadiri Bersama Pemegang Saham
Menindaklanjuti surat dari Indonesia Transit Synergy (INTRA) pada tanggal 6 April 2026, Nomor: 009/INTRA/III/2026 mengenai sesuai dengan arahan dari Gubernur Kalimantan Utara, Bapak Dr. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M. Hum tentang Audiensi PT. INTRA terkait minat investasi pengembangan jalur Kereta Api lintas Kaltara.
Provinsi Kaltara bersiap melakukan lompatan besar dalam peta ekonomi nasional melalui proyek strategis pembangunan infrastruktur perkeretaapian.
Kaltara memosisikan diri sebagai pusat logistik masa depan Indonesia dengan visi transformatif untuk mewujudkan fondasi ekonomi yang kokoh sebagai beranda depan NKRI yang maju, makmur, dan berkelanjutan.
Kaltara memiliki potensi luar biasa dengan posisi geostrategis di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadikannya gerbang utama perdagangan internasional.
Pengembangan Kawasan Industri Hijau (KIPI) Mangkupadi sebagai Proyek Strategis Nasional menjadi pemicu utama kebutuhan transportasi yang masif, efisien, dan ramah lingkungan.
Gubernur Zainal A Paliwang menegaskan bahwa kereta api merupakan solusi transportasi paling efisien untuk mobilisasi hasil industri dan masyarakat. Dengan kapasitas angkut yang masif, moda ini akan mendukung rantai pasok pelabuhan serta menekan biaya logistik secara signifikan guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Pemprov Kaltara memastikan bahwa proyek perkeretaapian ini telah melalui tahapan perencanaan komprehensif dan siap untuk proses due diligence dengan calon investor. Dokumen pendukung telah lengkap, mulai dari Studi Rencana Induk yang selesai pada 2015, Studi Kelayakan (FS) untuk trase Tanjung Selor – Mangkupadi pada 2016, hingga Detail Engineering Design (DED) untuk trase Tanjung Selor – Binai pada 2017.® (red)









































