Menu

Mode Gelap

Advertorial · 25 Mar 2026 20:44 WITA

Timbalan Menteri Digital Sarawak Kagumi PLBN RI, Wilson Uga Janji Bawa Usulan ke Pemerintah Malaysia


 Timbalan Menteri Digital Sarawak Kagumi PLBN RI, Wilson Uga Janji Bawa Usulan ke Pemerintah Malaysia Perbesar

APAU KAYAN, MALINAU, siagasatu.co.id — Timbalan atau Wakil Menteri (Wamen) Digital Sarawak, Malaysia, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong, melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya meninjau fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Infrastruktur Apau Kayan Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam peningkatan layanan lintas batas serta konektivitas di kawasan perbatasan.

Wilson didampingi sejumlah pejabat Sarawak, di antaranya Bupati atau Residen Bahagian Kapit, Elvis Anak Didit, Residen Bahagian Miri, Galong Anak Luan dan beberapa pegawai daerah serta unsur perkhidmatan awam Kapit dan istri Wilson, Datin Lita, melihat langsung kondisi sarana dan prasarana PLBN Long Nawang.

Ia menilai keberadaan PLBN memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi, sosial, serta mempererat hubungan masyarakat lintas negara.

“Untuk pembangunan ICQS (Immigration, Customs, Quarantine, Security) atau PLBN di wilayah Sarawak merupakan kewenangan pemerintah pusat Malaysia. Tapi kita akan Kita akan satukan permohonan ini dan membawanya ke pihak yang berkuasa di kerajaan pusat untuk pembangunan di wilayah Sarawak,” kata Wilson.

Wilson mengaku terkesan dengan kesiapan Indonesia khususnya di Kaltara yang telah membangun PLBN dengan fasilitas lengkap.

“Saya kagum dengan pembangunan PLBN di Indonesia. Ini akan saya laporkan kepada kerajaan Malaysia sebagai rujukan,” ujarnya.

Wilson menyebut pembangunan fasilitas serupa di Sarawak masih dalam tahap perencanaan, namun optimistis dapat dipercepat melalui koordinasi di tingkat pusat.

“Keberadaan PLBN di kedua sisi perbatasan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat serta mendorong aktivitas perdagangan lintas negara, khususnya untuk warga pedalaman,” ungkap Wilson.

“Kalau kemudahan ini ada, pergerakan masyarakat antara Long Nawang dan Kapit akan lebih mudah dan memberi dampak besar bagi ekonomi,” sambung dia.

Dijelaskannya, selain sebagai pintu keluar masuk negara, konsep PLBN di Sarawak juga akan dikembangkan sebagai pusat ekonomi terpadu, mencakup fasilitas perdagangan dan layanan masyarakat.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam peningkatan layanan lintas batas serta konektivitas di kawasan perbatasan yang selama ini menjadi jalur mobilitas masyarakat kedua negara,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan dari Sarawak yang dinilai menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi kedua negara di kawasan perbatasan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan dari Sarawak. Ini menjadi langkah penting untuk mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Ingkong menegaskan, masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Sarawak memiliki kedekatan historis dan kultural sebagai satu rumpun, sehingga membutuhkan perhatian bersama dari kedua negara.

“Harapan masyarakat perbatasan di kedua sisi sama, yakni adanya perhatian dan pembangunan yang seimbang. Pertemuan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan PLBN di Sarawak,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, jika fasilitas PLBN di kedua negara terbangun optimal akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan sistem perdagangan yang lebih tertata dan legal.

“Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperbaiki sistem perdagangan, serta membuka peluang kerja sama di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan,” jelasnya.

Selain itu, PLBN Long Nawang yang dinilai memiliki posisi strategis dan konektivitas penting, termasuk akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dari PLBN Long Nawang menuju IKN kurang lebih sekitar 700 kilometer. Ini menunjukkan posisi kawasan ini sangat strategis ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi dan rencana kerja sama yang dibahas dalam kunjungan tersebut akan diperjuangkan melalui pemerintah masing-masing.

“Yang utama adalah kesejahteraan masyarakat perbatasan, kami berharap kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi masyarakat Kaltara khususnya di Malinau dan Apau Kayan,” pungkasnya.® (red)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Dekranasda Kaltara Siapkan UMKM Lokal Sambut Peluang Ekonomi dari Sekolah Garuda

25 June 2026 - 19:58 WITA

Dekranasda Kaltara Siapkan UMKM Lokal Sambut Peluang Ekonomi dari Sekolah Garuda

Konfrensi Daerah GKII Apau Kayan ke-51 di Mahak Baru Resmi Dibuka

25 June 2026 - 14:13 WITA

Konfrensi Daerah GKII Apau Kayan ke-51 di Mahak Baru Resmi Dibuka

Asisten III Buka Sosialisasi Evaluasi PPPK, PJLP dan Disiplin ASN di Lingkungan Pemkab Malinau

25 June 2026 - 12:51 WITA

Asisten III Buka Sosialisasi Evaluasi PPPK, PJLP dan Disiplin ASN

Sportivitas Jadi Pemenang, RJP Cup I Open Kaltara 2026 Resmi Ditutup

25 June 2026 - 12:45 WITA

Sportivitas Jadi Pemenang, RJP Cup I Open Kaltara 2026 Resmi Ditutup

Buka Bimtek Satlinmas Bulungan, Sanusi Tekankan Peran Strategis Linmas

24 June 2026 - 18:03 WITA

Buka Bimtek Satlinmas Bulungan, Sanusi Tekankan Peran Strategis Linmas

Kaltara Integrasikan E-Katalog v6 dan SP2D Online, Pembayaran Pengadaan Kini Lebih Cepat dan Transparan

24 June 2026 - 17:58 WITA

Kaltara Integrasikan E-Katalog v6 dan SP2D Online
Trending di Advertorial