MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Malinau, Drs. Agustinus, M.AP., membuka kegiatan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Malinau Tahun 2025–2029 di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Rabu (17/6/2026).
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten II, disampaikan bahwa Kabupaten Malinau memiliki luas wilayah sekitar 39.800 kilometer persegi dan menjadi wilayah strategis sekaligus memiliki tantangan besar dalam pembangunan, pelayanan publik, serta penanggulangan bencana.
Dijelaskan, kondisi geografis Malinau yang didominasi kawasan hutan, pegunungan, perbukitan, dan daerah aliran sungai menjadikan daerah ini rentan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan.
Kajian Risiko Bencana Kabupaten Malinau Tahun 2025–2029 menjadi dokumen strategis yang memuat identifikasi ancaman, kerentanan, kapasitas, dan tingkat risiko bencana. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana.
Dalam kesempatan itu juga diingatkan kembali peristiwa banjir bandang yang melanda Malinau pada September 2023. Bencana tersebut memberikan pelajaran penting mengenai kesiapsiagaan, pelestarian lingkungan, pembangunan infrastruktur tangguh bencana, serta pemulihan ekonomi pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat guna mewujudkan Malinau yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.® (red)















