Menu

Mode Gelap

Advertorial · 18 May 2022 18:22 WITA

Ritual Fang Shen Iringi Perayaan Trisuci Waisak 2566 di Nunukan Lepaskan 10 Kg Ikan Lele ke Sungai


 Ritual Fang Shen oleh umat Buddha keturunan Tionghoa di Nunukan. (INNA/DIKSIPRO) Perbesar

Ritual Fang Shen oleh umat Buddha keturunan Tionghoa di Nunukan. (INNA/DIKSIPRO)

NUNUKAN [siagasatu.co.id] – Pada masyarakat warga keturunan Tionghoa yang beragama Buddha, diketahui memiliki tradisi Fang Shen. Yakni sebuah kegiatan ritual melepas makhluk hidup ke alam liar.

Pada peringatan Trisuci Waisak 2566 tahun 2022 ini, ritual Fang Shen mereka laksanakan pada Senin (16/05/2022), dengan melepaskan ikan lele yang masih hidup ke sungai.

Menurut Ketua Vihara Sasana Graha Nunukan, Roby Gunawinata rangkaian kata Fang Shen berasal dari bahasa Tionghoa. Kata Fang bermakna melepas sedangkan kata Shen berarti kehidupan.

“Sesuai ajaran Buddha, bahwa manusia sebagai mahluk hidup harus saling menyayangi. Termasuk terhadap hewan yang juga merupakan mahluk hidup, simbol rasa sayang itu harus ditunjukkan,” terang Roby.

Menurutnya, rutin setiap tahun, ritual Fang Shen dilakukan oleh umat Buddha keturunan Tionghoa di Nunukan. Jenis hewan apa saja bisa dijadikan objek dilepaskan pada tradisi tersebut untuk membebaskannya kembali hidup di alam liar sesuai habitatnya.

Jika tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya ikan Lele yang dijadikan pilihan pada tradisi tersebut hanya karena alasan lebih mudah untuk mendapatkannya.

“Sebagai rangkaian acara pada peringatan Trisuci Waisak tahun ini, kami melepas 10 kilogram ikan Lele hidup ke sungai. Membebaskannya kembali untuk hidup di alam bebas,” kata Roby Gunawinata.

Menjelaskan makna dari simbol melepaskan kembali hewan hidup ke alam bebas melalui tradisi Fang Shen, dikatakan Roby mengacu pada ajaran Buddha dalam mewujudkan rasa cinta terhadap alam dan mahluk hidupnya.

“Tradisi ini dimaknai sebagai wujud dari rasa cinta kasih kepada sesama mahkluk hidup. Terutama pada hewan-hewan yang selama ini ditangkap atau diperoleh untuk dijadikan santapan makan. Pelepasan ikan Lele ke alam liar kehidupannya hanya sebagai gambaran pembebasannya dari pembunuhan.

Rangkaian kegiatan lain yang dilakukan oleh umat Buddha dalam perayaan Trisuci Waisak kali ini juga melakukan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) ke panti asuhan.

“Bakti sosial juga rutin kami lakukan setiap tahun pada saat perayaan Waisak. Kali ini ada dua panti asuhan yang kami sambangi untuk berbagi,” terang Roby.

Baik atas nama pribadi maupun mewakili umat Buddha yang ada di Nunukan Roby berharap Covid-19 di Indonesia segera beralih ke fase endemik agar aktivitas dan kegiatan seperti peribadatan kembali seperti sebelum pandemi.

“Kalau sudah beralih ke fase endemik, segala lini kehidupan, utamanya perekonomian pasti akan normal kembali,” katanya.® (INNA/DIKSIPRO)

Artikel ini telah dibaca 597 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Bupati Wempi: Pemuda Daerah Persiapan GKII Sungai Malinau Diharapkan Menjadi Teladan, Terang Dan Garam Ditengah Masyarakat

14 January 2026 - 11:04 WITA

Pemuda Daerah Persiapan GKII Sungai Malinau Diharapkan Menjadi Teladan

Wakil Bupati Nunukan Menerima Audiensi dari Universitas Airlangga

14 January 2026 - 08:10 WITA

Wakil Bupati Nunukan Menerima Audiensi dari Universitas Airlangga

Job Fair Kaltara, Strategi Konkret Serap Tenaga Kerja Lokal Kaltara

13 January 2026 - 20:04 WITA

Job Fair Kaltara, Strategi Konkret Serap Tenaga Kerja Lokal Kaltara

Sekda Malinau Pimpin Rapat Persiapan Peringatan Hari Otonomi Desa

13 January 2026 - 12:45 WITA

Sekda Malinau Pimpin Rapat Persiapan Peringatan Hari Otonomi Desa

Natal Oikumene Penuh Makna, Menjadi Penguatan Iman dan Persatuan Keluarga di Bumi Intimung

13 January 2026 - 09:28 WITA

Natal Oikumene Penuh Makna

Bupati Nunukan Tinjau Langsung Banjir di Sembakung, Pastikan Warga Terdampak Tertangani

13 January 2026 - 08:12 WITA

Bupati Nunukan Tinjau Langsung Banjir di Sembakung, Pastikan Warga Terdampak Tertangani
Trending di Advertorial