Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 30 Mar 2024 08:13 WITA

Realisasi APBD Malinau Tahun 2023 Capai 94,34 persen


 Realisasi APBD Malinau Tahun 2023 Capai 94,34 persen Perbesar

MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau, Wempi W Mawa SE, MH mengatakan, pada tahun anggaran 2023 pendapatan ditargetkan sebesar Rp.2,557 triliun lebih dengan realisasi mencapai Rp.2,412 triliun lebih atau terealisasi 94,34 persen. Pendapatan ini terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Kemudian total belanja daerah pada tahun 2023, dianggarkan sebesar Rp. 2,798 triliun lebih dengan realisasi mencapai 74,96 persen atau sebesar Rp. 2,097 lebih. Belanja daerah ini selanjutnya dikelompokkan ke dalam belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer. “Rencana dan realisasi pembiayaan daerah tahun anggaran 2023, ditargetkan sebesar Rp. 241,317 miliar lebih dan terealisasi 100 persen atau sebesar Rp.241.317.688.925,” terang Wempi W Mawa.

Untuk mengetahui hasil kerja yang diwujudkan dalam pelaksanaan program selama tahun 2023 dapat diketahui dari capaian indikator kinerja masing-masing urusan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Yaitu terdiri dari urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib bukan pelayanan dasar, urusan pilihan, urusan penunjang, unsur pemerintahan umum dan unsur kewilayahan.

Baca Juga: Bupati Wempi Mawa Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2023

Secara ringkas Wempi W Mawa menyampaikan, capaian kinerja urusan wajib pelayanan dasar, dengan 6 bidang urusan. Antara lain bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum dan penataan ruang, bidang perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, bidang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Serta bidang sosial dengan 36 program, 84 kegiatan, 249 sub kegiatan. “Dengan rata-rata capaian kinerja sebesar 86,87 persen dan realisasi anggaran sebesar 83,47 persen,” sebutnya.

Pada urusan wajib bukan pelayanan dasar, sambung Wempi, terdapat 12 bidang urusan. Antara lain bidang tenaga kerja, bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bidang pangan, bidang lingkungan hidup, bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, bidang pemberdayaan masyarakat dan desa, bidang perhubungan, bidang komunikasi dan informatika, bidang penanaman modal, bidang kepemudaan dan olahraga, bidang kebudayaan, bidang perpustakaan. Semua itu sebanyak 59 program, 116 kegiatan, 209 sub kegiatan. “Sedangkan capaian rata-rata kinerja sebesar 97,37 persen dan realisasi anggaran sebesar 88,65 persen,” terangnya.

Lalu pada urusan pilihan, bupati menyebutkan ada 5 bidang urusan. Antara lain bidang pariwisata, bidang pertanian, bidang perdagangan, bidang perindustrian, serta bidang kelautan dan perikanan dengan 24 program, 40 kegiatan, 68 sub kegiatan, dengan rata-rata capaian kinerja sebesar 97,07 persen dan realisasi anggaran sebesar 81,64 persen.

Urusan pemerintahan fungsi penunjang, dengan 8 bidang antara lain bidang perencanaan pembangunan, bidang penelitian dan pengembangan, bidang keuangan, bidang kepegawaian serta pendidikan dan pelatihan, bidang pengawasan, bidang pengelola perbatasan, bidang sekretariat dewan, bidang sekretariat daerah, dengan 21 program, 78 kegiatan, 214 sub kegiatan. Rata-rata capaian kinerja sebesar 93,42 persen dan realisasi anggaran sebesar 80,32 persen. Urusan pemerintahan umum, dengan 1 bidang urusan, terdiri dari 5 program, 6 kegiatan, 13 sub kegiatan, dengan capaian kinerja 100 persen dan realisasi anggaran 97,83 persen. “Sedangkan urusan kewilayahan terdapat 54 program, 96 kegiatan, 138 sub kegiatan, dengan capaian kinerja 99,86 persen dan realisasi anggaran 96,19 persen,” imbuhnya.

Semetnara pada pelaksanaan anggaran tugas pembantuan dan dekonsentrasi pada tahun 2023 adalah sebesar Rp. 4,655 miliar lebih realisasi fisiknya 100 persen dan keuangan 95,30 persen atau sebesar Rp. 4,437 miliar lebih. Khususnya melalui program pembinaan kapasitas pemerintahan daerah dan desa sub kegiatan pembangunan sarana prasarana pemerintahan di batas antar negara. “Yaitu pembangunan gedung pertemuan Kecamatan Kayan Hulu serta program perdagangan dalam negeri kegiatan pengembangan sarana perdagangan dan kapasitas logistik berupa pembangunan dan revitalisasi pasar induk Malinau Kota,” ungkapnya.® (adv)

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Gubernur Sambut Kapolda Baru, Sinergi Keamanan Kaltara Diperkuat

20 October 2026 - 17:27 WITA

Gubernur Sambut Kapolda Baru, Sinergi Keamanan Kaltara Diperkuat

Gubernur Apresiasi Masukan Ombudsman untuk Evaluasi Pelayanan Publik Kaltara

20 October 2026 - 17:13 WITA

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal

Persiapan Irau Ke-12 dan HUT Ke-27 Kabupaten Malinau Masuki Tahap Finalisasi, 190 UMKM Siap Berpartisipasi

19 October 2026 - 10:44 WITA

Persiapan Irau Ke-12 dan HUT Ke-27 Kabupaten Malinau Masuki Tahap Finalisasi, 190 UMKM Siap Berpartisipasi

Voli BMC Liga Pelajar 2026 Lahirkan Juara Muda, Bidik Atlet Pelajar Untuk Jadi Andalan Malinau di Masa Depan

19 October 2026 - 09:30 WITA

Voli BMC Liga Pelajar 2026 Lahirkan Juara Muda

Mini Soccer BMC Liga Pelajar 2026 Tuntas, Bupati Wempi Berpesan Jago di Lapangan Juga Harus Berprestasi di Sekolah

19 October 2026 - 09:15 WITA

Mini Soccer BMC Liga Pelajar 2026 Tuntas

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

18 October 2026 - 09:31 WITA

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel
Trending di Advertorial