MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H meninjau langsung aktivitas di PT. Malinau Hijau Lestari (MHL), sebagai salah satu anak usaha emiten batubara PT. Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) dimana Jepang menjadi negara tujuan ekspor wood pellet atau pelet kayu, Selasa (18/12/2024) pagi.
Diketahui PT. MHL memiliki luas lahan perkebunan seluas 16.317 hektar dimana tujuan pengembangan pelet kayu ini adalah untuk pasar ekspor sebagai bahan bakar pengganti batubara.
Di sampaikan oleh Bupati Wempi bahwa perlunya mendorong kegiatan penghijauan pasca tambang guna memanfaatkan kembali lahan menjadi optimal dan ini adalah langkah yang tepat untuk program keberlanjutan di bumi intimung ini.
Pemerintah daerah akan selalu mendukung dan yang paling penting adanya kolaborasi dengan masyarakat di sekitar untuk kedepan dapat memberi ruang kepada masyarakat terutama yang ada di sekitar ini sehingga terciptanya investasi baru serta peluang lapangan pekerjaan terbuka.
“Saya melihat PT.BDMS ini konsisten terhadap apa yang dikerjakan jadi kita bisa melihat memang ada hal-hal yang perlu untuk di diskusikan sehingga ke depan semua bisa berefek terhadap lapangan pekerjaan yang sifatnya berkelanjutan dan sejalan dengan kearifan terhadap lingkungan”, ungkap Wempi.
Dengan adanya keterlibatan masyarakat sekitar, itu sejalan dengan program pemerintah daerah yaitu salah satunya potensi peternakan karena memang itu cocok bagi warga-warga di sini sehingga terciptanya peluang ekonomi.
Bupati Wempi berpesan untuk beri ruang dan kesempatan kepada putra putri yang ada di daerah ini dan yang ada di kabupaten malinau sehingga hal itu bisa memberikan peluang dan pertumbuhan untuk bisa memberikan kesejahteraan meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada ditempat ini, imbuhnya.® (Hs)
“Teruslah Bersemangat dan Bekerjasama”
“Saya Ada Untuk Semua”
“Bersama Kita Pasti Bisa”
“Salam Harmonis Untuk Kita Semua”









































