Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 4 Sep 2026 18:32 WITA

Lonjakan Kasus Karhutla Capai 32 Kejadian, Bupati Nunukan Instruksikan Penguatan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor


 Lonjakan Kasus Karhutla Capai 32 Kejadian, Bupati Nunukan Instruksikan Penguatan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor Perbesar

NUNUKAN, siagasatu.co.id — Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah konkret menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inpres No. 1 Tahun 2020 & Inmendagri No. 1 Tahun 2026) serta menindaklanjuti rapat koordinasi daerah sebelumnya pada 28 Agustus, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Forkopimda, 3 September 2026.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Nunukan ini menyoroti lonjakan signifikan kasus karhutla di wilayah Kabupaten Nunukan yang meningkat hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

​Rapat strategis tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Nunukan, Sekda Nunukan, para Asisten, Kepala OPD teknis, Forkopimcam (Camat, Kapolsek, Danramil), Kepala Desa, serta instansi vertikal seperti Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Daops Manggala Agni) Wilayah Kalimantan, KPH, dan Basarnas. Tak hanya jajaran pemerintah dan aparat keamanan, rapat juga diikuti secara hibrid (luring dan daring via Zoom Meeting) oleh jajaran pimpinan perusahaan swasta pemegang konsesi HGU perkebunan, pertambangan, dan kehutanan, serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Baca Juga: Wakil Bupati Nunukan Terima Audiensi GIZ ProMangrovePeat

​Dalam arahannya, Bupati H. Irwan menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh dianggap sebagai tugas rutin BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Bupati menyoroti tren kenaikan puncak hotspot dan kasus kebakaran yang terjadi sejak Mei hingga Agustus 2026 berdasarkan analisis BMKG dan satelit Sipongi.

​”Data per Agustus 2026 menunjukkan terdapat 32 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 78 hektar. Ini angka yang meningkat hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2025 dan menjadi alarm keras bagi kita semua. Prinsip utama penanggulangan bencana adalah mencegah lebih awal, mendeteksi lebih cepat, dan bertindak sebelum api membesar. Jangan menunggu asap tebal dan kesehatan masyarakat terganggu baru kita bergerak,” tegas Bupati Nunukan.

Untuk itu, ada ​Tiga Poin Utama Arahan Bupati Nunukan:
1. ​Perkuat Pencegahan dan Edukasi Masyarakat: Sosialisasi dan edukasi harus gencar dilakukan hingga ke tingkat desa, terutama pada kawasan rawan karhutla seperti Sebuku, Sebatik Barat, Sebatik Timur, dan Krayan.

2. Masyarakat diberi pemahaman tegas mengenai bahaya serta risiko hukum membuka lahan dengan cara membakar.
​Deteksi Dini dan Respon Cepat (Quick Response): Seluruh satgas dan relawan diminta memaksimalkan pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time serta sigap melakukan pemadaman awal sebelum api meluas.

3. ​Sinergi Komprehensif dan Keterlibatan Dunia Usaha: Koordinasi intensif terus dibangun bersama Pemprov Kaltara dan daerah tetangga. Dunia usaha pemegang konsesi HGU (perkebunan, pertambangan, dan kehutanan) wajib bertindak aktif dan menjadi bagian dari solusi.

​Bupati H. Irwan jugs memberikan penekanan khusus kepada pimpinan perusahaan swasta yang memiliki areal kerja di Kabupaten Nunukan agar tidak pasif dan hanya menyerahkan penanganan karhutla kepada pemerintah daerah.

​”Perusahaan pemegang HGU, baik perkebunan, pertambangan, maupun kehutanan, wajib menjaga wilayah konsesinya masing-masing. Pastikan sarana dan prasarana pemadam kebakaran tersedia, personel terampil selalu siap, sistem pelaporan berjalan, serta patroli rutin dilakukan. Jika terjadi kebakaran di sekitar area kerja, segera koordinasikan dan lakukan penanganan bersama,” tambah Bupati.

​ Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Nunukan H. Asmar dalam paparan teknisnya melaporkan bahwa BPBD telah menggelar Apel Kesiapsiagaan sejak Mei 2026 lalu. Berdasarkan peta rawan bencana kebakaran yang disusun, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Manggala Agni, TNI/Polri, dan KPH terus memantau pergerakan titik panas harian melalui sistem Sipongi dan BMKG.

Menurutnya, ​Pemerintah Daerah menekankan bahwa strategi penanganan berfokus penuh pada dua pilar utama, yakni Pencegahan dan Penanggulangan Dini. Pemda berharap koordinasi yang mantap hingga ke level lini terdepan—termasuk para Camat, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Masyarakat Peduli Api (MPA)—dapat menekan potensi bencana asap serta melindungi keselamatan dan perekonomian warga Kabupaten Nunukan. ® (Ak)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Meriah, Pawai Budaya dan Karnaval Kendaraan Hias Ramaikan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan

11 October 2026 - 09:19 WITA

Meriah, Pawai Budaya dan Karnaval Kendaraan Hias

DWP Kaltara Gelar Seminar Gaya Hidup Sehat dan Perawatan Kulit

10 October 2026 - 07:34 WITA

DWP Kaltara Gelar Seminar Gaya Hidup Sehat dan Perawatan Kulit

Pemkab Nunukan Dukung Penguatan Pendidikan Vokasi pada Dies Natalis ke-VI Politeknik Negeri Nunukan

9 October 2026 - 15:13 WITA

Pemkab Nunukan Dukung Penguatan Pendidikan Vokasi

Menuju Irau Ke-12 dan HUT Ke-27 Kabupaten Malinau, Sekda Ernes Pimpin Rapat Finalisasi Perkuat Koordinasi dan Kesiapan Lintas OPD

9 October 2026 - 11:08 WITA

Menuju Irau Ke-12 dan HUT Ke-27 Kabupaten Malinau, Sekda Ernes Pimpin Rapat Finalisasi Perkuat Koordinasi dan Kesiapan Lintas OPD

Wagub Hadiri Paripurna Hari Jadi Tanjung Selor dan Bulungan

9 October 2026 - 07:02 WITA

Wagub Hadiri Paripurna Hari Jadi Tanjung Selor dan Bulungan

Bupati Wempi Buka Ruang Dialog, Keluhan Nakes di Pelosok Desa Malinau Jadi Perhatian

8 October 2026 - 19:13 WITA

Bupati Wempi Buka Ruang Dialog
Trending di Advertorial