Menu

Mode Gelap

Advertorial · 18 May 2022 18:29 WITA

Ketua IDI Nunukan Memilih Bungkam Terkait Kasus Pelayanan Pasien HD di RSUD


 RSUD Nunukan (Agnes) Perbesar

RSUD Nunukan (Agnes)

NUNUKAN [siagasatu.co.id] – Jika tidak bisa dikatakan menghindar, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nunukan, dr Sholeh ternyata lebih memilih bungkam terkait sikap organisasi yang Dia pimpin tentang insiden pasien hemodialisa (HD) yang terjadi di RSUD Nunukan baru-baru ini.

Indikasinya, beberapa kali upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada yang bersangkutan atas nama IDI Kabupaten Nunukan terkait kasus tersebut, sama sekali tidak direspon Sholeh.

Mengawali permintaan tanggapan atau sikap IDI dimaksud, wartawan mencoba menghubungi Sholeh via telepon guna konfirmasi dari Dia, pada Ahad 15 Mei 2022. Dua kali sambungan telepon yang masuk, pada pukul 21.41 dan pukul 21.43 Wita, tidak direspon Sholeh.

Pada waktu hampir bersamaan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp untuk menjelasan tujuan wawancara dilakukan, juga hanya dibaca, tanpa dibalas.

Upaya konfirmasi kembali dilakukan keesokan harinya atau tepatnya pada Senin, 16 Mei 2022. Sedikitnya tercatat delapan kali sambungan telepon yang masuk antara pukul 11.10 hingga pukul 20.07 Wita tidak ditanggapi Sholeh.

Demikian juga dua kali dihubungi melalui telepon yang dilakukan pada Selasa, 17 Mei 2022 pada pukul 11.57 dan pukul 12.07 Wita.

Pada upaya terakhir itu, bukan sekedar tidak merespon, sholeh malah melakukan tindakan reject panggilan masuk dari awak media.

Seperti diketahui, sorotan terkait pelayanan medis di Nunukan mencuat di tengah masyarakat menyusul kritikan Ketua LSM Panjiku, Mansyur Rincing yang mempersoalkan adanya pasien HD di Nunukan yang tidak terlayani oleh RSUD Nunukan.

Lantaran, oknum tenaga dokter yang ditugaskan menangani pasien HD di daerah ini disebut-sebut tidak berada di tempat. Akibatnya, pasien sempat tidak sadarkan dirinya dan oleh pihak keluarga terpaksa diberangkatkan ke Tarakan guna mendapatkan pelayanan medis di RS Tarakan.

Kepada wartawan yang meminta klarifikasinya, oknum dokter yang belakangan diketahui adalah dr Rahmawati, Sp. PD. K mengaku sudah tidak lagi bertugas di RSUD Nunukan pasca dirinya dimutasi sebagai Kepala RS Pratama di Sebatik.

“Sebelum dimutasi, Saya memang bertanggungjawab dalam penanganan pelayanan medis HD atau pasien cuci darah di RSUD Nunukan. Dengan adanya mutasi tersebut, secara otomatis Surat Izin Praktek (SIP) Saya di RSUD Nunukan juga ditarik,” terang Rahmawati saat itu.

Kendati mendapat Surat Tugas terkait kebutuhan pelayanan pasien HD di RSUD Nunukan setelah Dia dipindahkan ke RS Pratama Sebatik, namun menurut Rahmawati ada kontradiksi antara SK Tugas yang Dia terima dengan jadwal pelayanan pasien HD di RSUD.

“Jika Saya juga ditugaskan di RSUD Nunukan, maka SIP Saya juga harus diurus kembali setelah ditarik menyusul mutasi Saya tempo hari,” terang Rahmawati.

Polemik yang terjadi tentu saja tidak terlepas sama sekali dengan eksistensi IDI Kabupaten Nunukan sebagai lembaga yang membawahi para dokter di daerah ini dalam menyikapi kasus tersebut.

Karenanya, konfirmasi langsung kepada dr Sholeh dirasa perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran asumsi masyarakat pada kasus tersebut.® (PND-INNA/DIKSIPRO)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Ibadah Syukur 2026 Gabungan ASN dan TNI-Polri, Bupati Wempi: Semangat Bersama Sukseskan Pembangunan Malinau

12 February 2026 - 15:34 WITA

Ibadah Syukur 2026 Gabungan ASN dan TNI-Polri

Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja

12 February 2026 - 15:33 WITA

Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja

Bupati Pimpin Rapat Intimung, Tegaskan Komitmen Jalankan Misi Daerah

12 February 2026 - 08:42 WITA

Bupati Pimpin Rapat Intimung, Tegaskan Komitmen Jalankan Misi Daerah

Nanas Krayan Produk Pertanian Khas Dataran Tinggi Krayan

12 February 2026 - 07:50 WITA

Nanas Krayan Produk Pertanian Khas Dataran Tinggi Krayan

Bupati Nunukan Terima Audiensi Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi

11 February 2026 - 19:44 WITA

Bupati Nunukan Terima Audiensi Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi

Wali Kota Tarakan Sidak Pasar Tenguyun, Pastikan Harga Stabil Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional

11 February 2026 - 17:41 WITA

Wali Kota Tarakan Sidak Pasar Tenguyun, Pastikan Harga Stabil Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional
Trending di Advertorial