Menu

Mode Gelap

Advertorial · 16 Sep 2026 07:34 WITA

Gubernur Dorong Proses Pelepasan Lahan Dipermudah, Komisi II DPR RI Minta Kementerian ATR/BPN Pangkas Alur Birokrasi


 Gubernur Dorong Proses Pelepasan Lahan Dipermudah, Komisi II DPR RI Minta Kementerian ATR/BPN Pangkas Alur Birokrasi Perbesar

JAKARTA, siagasatu.co.id — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mendorong agar proses pelepasan lahan untuk kebutuhan pembangunan dipermudah dan dipercepat.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama gubernur se-Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9), yang kemudian mendapat respons dengan dorongan agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memangkas alur birokrasi pertanahan.

Baca Juga: Sekprov Pesan Lulusan IPDN Jaga Integritas dan Kedisiplinan

Dalam RDP tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian untuk mendapatkan pelepasan lahan sekitar 7 hektare yang dibutuhkan untuk kepentingan pembangunan. Namun, proses tersebut hingga kini belum tuntas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa kementerian untuk pelepasan lahan sekitar 7 hektare. Sampai sekarang prosesnya belum selesai,” kata Zainal.

Ia menilai percepatan proses pelepasan lahan penting dilakukan karena ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran pembangunan di daerah.

Kaltara, kata Zainal, memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan lahan. Selain luas kawasan hutan yang mencapai sekitar 5,5 juta hektare, terdapat pula lahan yang berada dalam penguasaan perusahaan sehingga pemerintah daerah harus melalui sejumlah tahapan untuk memperoleh kepastian penggunaan lahan.

Persoalan ini kemudian mendapat perhatian Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Ia menilai proses birokrasi pertanahan perlu dibuat lebih sederhana agar tidak menghambat pembangunan di daerah.

Muhammad Rifqinizamy mengatakan pemerintah daerah saat ini dituntut bergerak cepat menyiapkan lahan untuk berbagai program prioritas. Karena itu, proses administrasi pertanahan juga harus mampu mengikuti kebutuhan pembangunan.

“Kalau prosesnya bisa diselesaikan di tingkat bawah, tidak semuanya harus menunggu keputusan menteri,” ujarnya.

Ia mendorong Kementerian ATR/BPN memperkuat pendelegasian kewenangan sehingga persoalan yang bersifat teknis dapat diselesaikan lebih cepat tanpa harus melalui alur birokrasi yang panjang.

Bagi Pemprov Kaltara, kemudahan dan kepastian dalam proses pelepasan lahan diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan sekaligus memberikan ruang bagi masuknya investasi.

Zainal berharap hasil pembahasan bersama Komisi II DPR RI dan pemerintah pusat dapat menjadi langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang masih dihadapi daerah.

Dengan kepastian lahan yang lebih cepat, pemerintah daerah dapat lebih leluasa menjalankan pembangunan dan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.® (dkisp)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Pemprov Pastikan Pembayaran Gaji ASN Tetap Sesuai Aturan

16 September 2026 - 18:28 WITA

Pemprov Pastikan Pembayaran Gaji ASN Tetap Sesuai Aturan

86 ASN Ikuti Ujian Dinas dan UPKP Kaltara 2026

16 September 2026 - 18:23 WITA

86 ASN Ikuti Ujian Dinas dan UPKP Kaltara 2026

Gubernur Perkuat Hubungan Kaltara-Malaysia di Hari Malaysia 2026

16 September 2026 - 13:39 WITA

Gubernur Perkuat Hubungan Kaltara-Malaysia di Hari Malaysia 2026

Sekprov Pesan Lulusan IPDN Jaga Integritas dan Kedisiplinan

15 September 2026 - 17:41 WITA

Sekprov Pesan Lulusan IPDN Jaga Integritas dan Kedisiplinan

Kaltara Raih Peringkat Pertama Data Bersih Indeks Desa 2026, 54 Desa Tertinggal Jadi Perhatian

15 September 2026 - 17:34 WITA

Kaltara Raih Peringkat Pertama Data Bersih Indeks Desa 2026, 54 Desa Tertinggal Jadi Perhatian

Pemprov Perkuat Literasi Digital Pelajar, Dorong Gen Z Bijak Bermedia

15 September 2026 - 17:27 WITA

Pemprov Perkuat Literasi Digital Pelajar, Dorong Gen Z Bijak Bermedia
Trending di Advertorial