MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., meresmikan dua bangunan pada hari yang sama, yakni Balai Adat Desa Data Baru dan Gedung Gereja GKII El Shadai Long Lebusan. Peresmian ini menjadi momentum penting dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.
Baca Juga: Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan, Pemkab Malinau Gelar Sosialisasi dan FGD Penanggulangan Bencana
Balai Adat Desa Data Baru diharapkan menjadi pusat kegiatan adat, musyawarah, serta ruang bagi masyarakat untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Sementara itu, Gedung Gereja GKII El Shadai Long Lebusan diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah, pelayanan gerejawi, serta pembinaan iman jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wempi menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan setiap fasilitas yang telah dibangun agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada tersedianya infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu memperkuat nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan balai adat, lanjutnya, memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokal. Adat istiadat merupakan warisan yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Di sisi lain, keberadaan gedung gereja diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat iman, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat kasih dan kepedulian terhadap sesama. Kehidupan beragama yang baik juga diharapkan berjalan seiring dengan terciptanya kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Bupati Wempi juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam merawat kedua bangunan tersebut. Menurutnya, tanggung jawab menjaga fasilitas bersama tidak hanya berada pada pemerintah atau pihak pengelola, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peresmian Balai Adat Desa Data Baru dan Gedung Gereja GKII El Shadai Long Lebusan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pelestarian budaya hingga penguatan kehidupan spiritual.® (red)















