Menu

Mode Gelap

Advertorial · 12 Aug 2024 11:48 WITA

BPBD Kaltara Gelar Bimtek TRC Penanganan Bencana


 Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Nur Ansar membuka Bimtek TRC PB di Hotel Royal, Senin (12/8). Perbesar

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Nur Ansar membuka Bimtek TRC PB di Hotel Royal, Senin (12/8).

TARAKAN, siagasatu.co.id — Potensi bencana di Provinsi Kalimantan Utara menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk meminimalisir itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, H Nur Ansar potensi bencana di Kaltara relatif tinggi. Sehingga banyak tantangan yang dihadapi sebagai upaya menanggulanginya.

Baca Juga: Gubernur Buka Program Pengembangan Kapasitas UMKM

“Potensi bencana di Kaltara relatif tinggi dari segi jumlah kejadian maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan,”katanya.

Dari data kejadian bencana tahun 2024 terdapat 185 kejadian bencana yang terjadi di provinsi ke 34 ini meliputi, bencana banjir sebanyak 17 kejadian, tanah longsor 28 kejadian, abrasi 1 kejadian, cuaca ekstrem 33 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 64 kejadian dan kebakaran bangunan 42 kejadian.

Selain itu, Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) berdasarkan data BNPB menunjukkan Kaltara berada pada poin 148,16. Dengan kata lain, Kaltara berada pada kelas risiko bencana tinggi. “Sehingga ini menjadi perhatian bagi kita semua untuk memperkuat kapasitas pada fase prabencana, fase tanggap darurat, dan fase pascabencana,”bebernya.

Dikatakanya, pelayanan perlindungan bagi masyarakat diupayakan agar sesuai dengan standar pelayanan minimum. Mulai dari pencaraian, penyelamatan, evakuasi, pertolngan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana meliputi, pangan, sandang, air bersih dan sanitasi, pelayanan kesehatan dan penampungan/hunian sementara.

Nur Ansar berharap dengan dibentuk tim reaksi cepat penangguulangan bencana (TRC PB) Kaltara dapat bertugas melaksanakan kegiatan kaji cepat bencana dan dampaknya pada saat tanggap darurat. “Meliputi penilaian kebutuhan, penilaian kerusakan dan kerugian serta memberikan dukungan bagi BPBD provinsi maupun kabupaten/kota dalam penanganan darurat bencana,”terangnya.

Karena itu, melalui TRC PB yang telah dibentuk perlu diberikan pelatihan dan pengembangan kapasitas, sehingga para personel yang ada pada tim tersebut dapat memiliki kemampuan dalam hal manejemen penanganan darurat. “Oleh karena itu, saya menyambut baik atas digelarnya Bimtek TRC PB,”tuntasnya.® (dkisp)

 

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Dekranasda Kaltara Siapkan UMKM Lokal Sambut Peluang Ekonomi dari Sekolah Garuda

25 June 2026 - 19:58 WITA

Dekranasda Kaltara Siapkan UMKM Lokal Sambut Peluang Ekonomi dari Sekolah Garuda

Konfrensi Daerah GKII Apau Kayan ke-51 di Mahak Baru Resmi Dibuka

25 June 2026 - 14:13 WITA

Konfrensi Daerah GKII Apau Kayan ke-51 di Mahak Baru Resmi Dibuka

Asisten III Buka Sosialisasi Evaluasi PPPK, PJLP dan Disiplin ASN di Lingkungan Pemkab Malinau

25 June 2026 - 12:51 WITA

Asisten III Buka Sosialisasi Evaluasi PPPK, PJLP dan Disiplin ASN

Sportivitas Jadi Pemenang, RJP Cup I Open Kaltara 2026 Resmi Ditutup

25 June 2026 - 12:45 WITA

Sportivitas Jadi Pemenang, RJP Cup I Open Kaltara 2026 Resmi Ditutup

Buka Bimtek Satlinmas Bulungan, Sanusi Tekankan Peran Strategis Linmas

24 June 2026 - 18:03 WITA

Buka Bimtek Satlinmas Bulungan, Sanusi Tekankan Peran Strategis Linmas

Kaltara Integrasikan E-Katalog v6 dan SP2D Online, Pembayaran Pengadaan Kini Lebih Cepat dan Transparan

24 June 2026 - 17:58 WITA

Kaltara Integrasikan E-Katalog v6 dan SP2D Online
Trending di Advertorial