Menu

Mode Gelap

Advertorial · 22 Sep 2026 07:09 WITA

Akses Jalan Terkendala Kewenangan, Bupati Malinau Dorong Solusi Bersama


 Akses Jalan Terkendala Kewenangan, Bupati Malinau Dorong Solusi Bersama Perbesar

MALINAU, siagasatu.co.id — Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menanggapi langsung keresahan kelompok tani terkait pengelolaan lahan dan akses infrastruktur pertanian saat mengunjungi kawasan pertanian di Desa Malinau Kota, Senin (21/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi lahan pertanian yang sebelumnya dibuka melalui program pemerintah secara swakelola. Bupati menegaskan, pembukaan lahan harus diikuti dengan pengelolaan yang berkelanjutan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Plh Sekda Buka Bimtek Konveksi Anak dan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

“Jangan sampai lahan sudah dibuka, tetapi tidak bermanfaat bagi masyarakat. Prinsip utamanya pembangunan itu harus benar-benar berdampak,” ujar Wempi.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan siapa kelompok yang mengelola lahan, bagaimana perkembangannya, serta kebutuhan yang masih diperlukan. Data kelompok tani juga akan dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pertanian, PUPR dan pihak kecamatan.

Bupati menyebut, salah satu persoalan utama yang perlu segera diperhatikan adalah akses jalan. Kondisi jalan menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas petani, kendaraan, maupun pengangkutan hasil pertanian.

“Yang paling penting sekarang kelompok tani ini kita harus tahu datanya. Kita memastikan lahan ini ke depan betul-betul menjadi lahan produktif,” katanya.

Bupati juga membuka peluang dukungan bertahap terhadap infrastruktur di kawasan tersebut, mulai dari akses jalan, listrik, air bersih hingga sistem irigasi. Namun, pembangunan infrastruktur harus disesuaikan dengan kewenangan masing-masing, termasuk apabila terdapat ruas jalan atau irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin melakukan pembangunan yang tumpang tindih dengan kewenangan pemerintah lainnya. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi diperlukan agar persoalan infrastruktur di kawasan pertanian dapat dicarikan solusi bersama.

“Kalau ini bukan kewenangan saya, jangan sampai saya tumpang tindih. Kita harus diskusikan dulu, supaya ada solusi dan peningkatan bisa dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu sentra produksi pertanian di Malinau. Karena itu, pemerintah, kelompok tani, masyarakat, perusahaan dan pemerintah provinsi perlu bekerja sama agar lahan yang sudah dibuka dapat terus produktif dan tidak berhenti hanya pada tahap pembukaan.

“Kalau ini mau dikembangkan, kita sama-sama. Potensinya sangat besar,” pungkasnya.® (red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-27 Nunukan, Bupati Irwan Sabri Ajak Masyarakat Kreatif Berkarya

24 September 2026 - 10:20 WITA

Hari Jadi ke-27 Nunukan, Bupati Irwan Sabri Ajak Masyarakat Kreatif Berkarya

Perkuat Sinergi Pembangunan, Gubernur Terima Kunjungan Kerja DPRD Malinau

24 September 2026 - 10:02 WITA

Perkuat Sinergi Pembangunan, Gubernur Terima Kunjungan Kerja DPRD Malinau

Bekali Peran Pelopor dan Pelapor, Pemkab Malinau Gelar Pelatihan Forum Anak Daerah

24 September 2026 - 09:54 WITA

Bekali Peran Pelopor dan Pelapor, Pemkab Malinau Gelar Pelatihan Forum Anak Daerah

Pemkab Nunukan Gandeng PIP, Buka Akses Pembiayaan Nonbank bagi UMKM

24 September 2026 - 08:44 WITA

Pemkab Nunukan Gandeng PIP

Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Pemkab Malinau Tahun 2026: Dorong Lahirnya Wirausaha Baru Malinau

23 September 2026 - 17:32 WITA

Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Pemkab Malinau Tahun 2026

Ketua TP PKK Malinau Lantik Pengurus Kecamatan dan Kukuhkan Bunda PAUD

23 September 2026 - 17:21 WITA

Ketua TP PKK Malinau Lantik Pengurus Kecamatan dan Kukuhkan Bunda PAUD
Trending di Advertorial