MALINAU, siagasatu.co.id — Perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku. Perpustakaan harus menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, ruang berinovasi, dan instrumen strategis dalam pembangunan manusia.
Wakil Bupati Malinau Jakaria, SE., M.Si., Membuka secara resmi Konsultasi Publik Peer To Peer Learning, Dan Visitasi Lapangan Desain Besar Pengembangan Perpustakaan Sekolah Dan Madrasah Tahun 2026 bertempat di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau, rabu (2/9) pagi.
Baca Juga: Wabup Malinau Sambut Pangdam VI/Mulawarman, Dorong Perhatian Untuk Wilayah Perbatasan
Dalam kegiatan ini hadir Moh. Ilham Hamudi, S.IP., M.Si dari Kemendagri, Setiadi Sulaiman dari Bapenas dan Arlina Wijayanti dari Perpusnas.
Wabup Jakaria dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Kabupaten Malinau, peningkatan literasi kami tempatkan sebagai salah satu agenda strategis pembangunan daerah. kami meyakini bahwa masa depan malinau akan lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya daripada semata-mata oleh kekayaan sumber daya alam yang kita miliki.
Pemerintah berupaya menghubungkan perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, dan taman bacaan masyarakat dalam satu ekosistem pembelajaran yang saling mendukung. melalui pendekatan partisipasi semesta, dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten malinau bersama berbagai komunitas dan pegiat literasi terus membina pengelola taman bacaan masyarakat, memperkuat kapasitas para pegiat literasi, serta membangun jejaring hingga ke tingkat desa.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat, menghasilkan gagasan-gagasan terbaik, serta memperkuat komitmen kita bersama dalam membangun ekosistem literasi yang lebih baik bagi generasi masa depan.”Tutupnya.® (red)















