MALINAU, siagasatu.co.id — Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Drs. Agustinus, M.Ap Pimpin Audiensi dan Diskusi bersama dengan Perwakilan IDS Sabah yang berkunjung ke Kabupaten Malinau, Rabu (29/07/26) sore.
Pemerintah Kabupaten Malinau menetapkan 5 misi utama pembangunan lima tahun ke depan. Fokusnya adalah pada pengembangan SDM, penguatan ekonomi lokal, percepatan infrastruktur, pengelolaan SDA berbasis kearifan lokal, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan desa.
Baca Juga: Institut Kajian Pembangunan Sabah Kunjungi Malinau, Pelajar Best Practice Pengelolaan Daerah
Hal ini disampaikan dalam pemaparan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Malinau. Dengan luas wilayah 38.725 km² dan kepadatan penduduk hanya 29 jiwa/km², Pemkab Malinau menyadari keterbatasan APBD. Sehingga dukungan Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan, khususnya untuk pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.
“Prioritas kami adalah pendidikan untuk mengejar ketertinggalan. Akses dari ibu kota ke perbatasan juga masih menjadi tantangan besar,” ujarnya.
Guna mempercepat pencapaian misi, Pemkab Malinau meluncurkan 5 program unggulan:
1. Desa Sarjana Unggul
Program ini menargetkan minimal 1 sarjana di setiap desa. Hingga saat ini sudah sekitar 1.000 mahasiswa yang biaya pendidikannya ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.
2. Wajib Belajar Malinau Maju
Pemerintah memberikan bantuan perlengkapan sekolah lengkap, mulai dari sepatu, tas, buku, hingga pakaian. Program ini untuk memastikan tidak ada anak Malinau yang putus sekolah karena faktor ekonomi.
3. Pelatihan Keterampilan dan Kewirausahaan
Warga dilatih berbagai keterampilan seperti mekanik, operator alat berat, menjahit, tata rias, dan pembuatan kue. Dinas Tenaga Kerja juga memantau agar hasil pelatihan bisa benar-benar meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
4. Smart Government
Digitalisasi layanan publik terus didorong. Pemkab juga berkoordinasi dengan pusat untuk mengatasi masalah akses internet, terutama di wilayah perbatasan.
5. Pertanian Sehat
Pemkab mengurangi ketergantungan pada SDA tambang dengan mengembangkan sektor pertanian. Komoditi unggulan meliputi sawit, kakao, karet, dan jagung. Satgas Petani yang dibiayai pemerintah juga dibentuk untuk mendukung ketahanan pangan dan pakan ternak.® (red)















