SIDRAP, siagasatu.co.id — Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., memaparkan gambaran umum potensi dan tantangan pembangunan daerahnya saat menghadiri malam ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Kuliah Dibiayai Penuh, Bupati Malinau Minta Lulusan Berkontribusi ke Daerah
Dalam suasana penuh keakraban, Wempi memperkenalkan rombongan Pemerintah Kabupaten Malinau yang turut hadir, terdiri dari Sekretaris Daerah, para asisten, hingga sejumlah kepala perangkat daerah beserta istri.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Malinau merupakan wilayah terluas di Provinsi Kalimantan Utara, bahkan mencakup sekitar 53 persen dari total wilayah provinsi. Dengan jumlah penduduk sekitar 84 ribu jiwa yang tersebar di 109 desa dan 15 kecamatan, Malinau menghadapi tantangan geografis yang cukup berat.
“Kalau kami keliling semua kecamatan, bisa sampai satu bulan. Akses transportasi juga terbatas, bahkan ada wilayah yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat kecil dan tergantung cuaca,” ungkap Wempi.
Meski demikian, Malinau memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Selain sektor pertanian dan perkebunan, daerah ini juga menyimpan potensi energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas besar, yang ke depan diproyeksikan turut menyuplai kebutuhan energi ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tak hanya itu, Malinau juga dikenal memiliki kekayaan hutan tropis yang luas, termasuk kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang menjadi salah satu paru-paru dunia. Oleh karena itu, Wempi mendorong adanya perhatian dan kompensasi dari dunia internasional atas kontribusi daerahnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Di sektor ekonomi, ia menyebut masyarakat Malinau masih bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah, termasuk beras yang sebagian besar didatangkan dari Sulawesi Selatan, khususnya Sidrap. Hal ini membuka peluang kerja sama antardaerah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Kami berharap ada kolaborasi yang bisa dibangun, terutama dalam distribusi pangan agar lebih cepat dan terjangkau bagi masyarakat kami,” katanya.® (red)









































