Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 25 Jun 2024 09:09 WITA

Keputusan Berani Bupati Wempi: Harga Gabah Kering Naik Lagi menjadi Rp7.000 Per Kilogram


 Keputusan Berani Bupati Wempi: Harga Gabah Kering Naik Lagi menjadi Rp7.000 Per Kilogram Perbesar

MALINAU, siagasatu.co.id — Pemerintah Kabupaten Malinau lagi-lagi menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani padi di Malinau melalui kebijakan terbaru.

Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE., MH, mengumumkan kenaikan harga gabah kering giling menjadi Rp 7.000 per kilogram.

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Malinau Nomor: 626/K.220/2024 tanggal 12 Juni 2024.

Langkah ini diambil sebagai respons atas usulan penyesuaian harga jual gabah dari para petani padi di Malinau.

“Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan dialog dengan petani serta pihak terkait,” ujar Bupati Wempi.

Pantauan siagasatu.co.id Sejak dilantik menjadi Bupati Malinau pada tanggal 26 April 2021 yang lalu, Bupati Wempi tercatat telah dua kali menaikkan harga gabah kering.

Baca Juga: Sukses di Gelar, 83 Pembalap Ikuti Kejurprov Road Race Bupati Malinau Cup Seri  I

Pada tahun pertama masa kepemimpinannya, harga gabah kering dinaikkan menjadi Rp 6.100 per kilogram.

Kini, kenaikan kembali dilakukan menjadi Rp 7.000 per kilogram.

Kebijakan ini merupakan bagian dari Program Rasda Plus, salah satu dari lima program unggulan Pemerintah Kabupaten Malinau di bawah kepemimpinan Wempi W Mawa, SE., MH.

Program Rasda Plus adalah bentuk nyata perwujudan konsep dari, oleh, dan untuk rakyat Malinau.

Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan nyata kepada para petani dan memastikan hasil pertanian mereka mendapatkan harga yang layak di pasar.

Pasca dinaikkannya Harga gabah kering, Petani padi di Malinau menyambut baik keputusan ini.

Mereka menganggap kenaikan harga ini sebagai langkah progresif yang akan membantu meningkatkan penghasilan mereka.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati atas kenaikan harga gabah ini. Semoga dengan harga baru ini, kami bisa lebih sejahtera dan terus semangat dalam bertani,” ujar seorang petani padi di Malinau.

Dengan adanya kenaikan harga gabah ini, diharapkan kesejahteraan petani padi di Malinau semakin meningkat dan sektor pertanian dapat berkembang lebih pesat.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian lokal, dengan meningkatkan daya beli petani dan memutar roda ekonomi di pedesaan.®

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Hitung Mundur Dimulai Porprov II Kaltara, Bupati Wempi Pastikan Seluruh Venue di Malinau Siap Digunakan

6 November 2026 - 16:00 WITA

Hitung Mundur Dimulai Porprov II Kaltara, Bupati Wempi Pastikan Seluruh Venue di Malinau Siap Digunakan

Wagub Tinjau Pembangunan dan Fasilitas Pendidikan di Pulau Sebatik

6 November 2026 - 15:57 WITA

Wagub Tinjau Pembangunan dan Fasilitas Pendidikan di Pulau Sebatik

Pemkab Malinau Perkuat Sinergi Reforma Agraria Melalui Rakor Gugus Tugas 2026

6 November 2026 - 13:35 WITA

Pemkab Malinau Perkuat Sinergi Reforma Agraria Melalui Rakor Gugus Tugas 2026

Gubernur Resmikan Kapel Rumah Doa SMA Negeri 1 Tanjung Palas Barat

6 November 2026 - 10:31 WITA

Gubernur Resmikan Kapel Rumah Doa SMA Negeri 1 Tanjung Palas Barat

Bankaltimtara Serahkan Mobil Armroll ke Pemkab Nunukan, Bantu Perkuat Layanan Pengangkutan Sampah

6 November 2026 - 10:04 WITA

Bankaltimtara Serahkan Mobil Armroll ke Pemkab Nunukan, Bantu Perkuat Layanan Pengangkutan Sampah

Gubernur Paparkan Dua Inovasi Unggulan Kaltara dalam Penilaian IGA 2026

6 November 2026 - 07:53 WITA

Gubernur Paparkan Dua Inovasi Unggulan Kaltara dalam Penilaian IGA 2026
Trending di Advertorial